Breaking News:

VIRUS CORONA DI MALAYSIA

Malaysia Tingkatkan Pemantauan, Tujuh Hari Tak Laporkan Kasus Kematian Akibat Covid-19

Malaysia memasuki hari ketujuh nol kasus kematian akibat Covid-19 pada Jumat (29/5/2020). Lantas bagaimana cara Malaysia menghentikan angka kematian?

Editor:
AFP
Ilustrasi warga Malaysia di tengah wabah virus Corona. 

Ia menyatakan harus berada jauh dari keluarganya pada hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Lebaran tahun ini, menurut dokter berusia 26 tahun itu, sedikit menyedihkan bagi mereka tenaga medis beragama islam di rumah sakit Kuala Lumpur, Malaysia.

Pasalnya lebaran kini harus dirayakan di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), yang sejauh ini telah menjangkiti lebih dari 7.000 orang, termasuk 115 orang telah meninggal.

"Ini menyedihkan karena beberapa teman saya-staf perawat, para dokter senior, mereka tidak bisa berkumpul bersama keluarga," ucap Muhammad Syahidd kepada Reuters, Minggu (24/5/2020).

"Biasanya, mereka akan kembali ke kampung halamannya untuk meluangkan waktu bersama keluarga. Namun mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk melakukan itu. Jadi ya, itu membawa suasana hati yang sedih ke area kerja," tuturnya.

Malaysia yang mayoritas Muslim telah memberlakukan pembatasan gerakan yang meluas (MCO) sejak pertengahan Maret lalu, dalam upaya untuk membendung wabah Covid-19.

Meskipun beberapa hal dilonggarkan, perjalanan antar negara bagian masih dilarang, dengan banyak orang tidak dapat kembali ke kampung halaman selama musim liburan Idul Fitri.

Muhammad Syahidd, yang bekerja di Unit Gawat Darurat (UGD), sedang bertugas pada Minggu (24/5/2020), hari pertama Idul Fitri.

Tenaga medis khawatir, liburan ini akan menyebabkan lonjakan infeksi virus Corona, karena lebih banyak orang yang berisiko melanggar aturan dengan mengunjungi kerabat mereka.

Rayakan Idul Fitri Dalam Cara Normal Baru

Setiap tahunnya, ada tradisi pada umat Islam di Malaysia untuk saling mengunjungi, Open House satu sama lain dalam perayaan hari Raya Idul Fitri, yang menandai akhir bulan Ramadhan.

Namun, berbeda tahun ini, Idul Fitri kali ini di bawah prosedur operasional standar (SOP) pemberlakuan Perintah Kendali Pergerakan (MCO) atau lockdown di negeri jiran.

Termasuk harus melupakan tradisi pulang Kampung karena larangan MCO.

Sedikit ada pelonggaran aturan MCO, masyarakat diperbolehkan untuk menerima tamu di rumah. Namun dibatasi hanya diperbolehkan pada hari pertama Lebaran Idul FItri.

Bahkan itu pun terbatas hanya 20 orang dari kerabat terdekat pada satu waktu dan tidak boleh menginap sampai hari berikutnya.

Menteri Luar Negeri Hishammuddin Tun Hussein mendesak umat Islam untuk merayakan Idul Fitri dalam cara normal baru dengan hati yang terbuka.

"Meskipun 1 Syawal tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, setelah penyebaran Covid-19, setidaknya kita masih bisa menikmati dan memiliki kesempatan untuk merayakan di lingkungan yang aman dan damai."

"Saya mengerti, banyak yang sedih tidak dapat kembali ke kampung halamannya untuk merayakan Idul Fitri bersama orang tua, tapi saya harap kita bisa latihan kesabaran dalam menerima direktif ini dengan hati yang terbuka."

Baca: Penjual Bunga Tabur di Makam Menteng Pulo Raih Keuntungan dari Ramainya Peziarah

"Tetapi pada saat yang sama, ini tidak berarti bahwa kita tidak dapat membina ikatan yang lebih dekat dengan keluarga, kerabat, dan teman kita. Kita juga dapat merayakannya secara normal baru dengan melakukan doa dengan anggota keluarga di rumah dan membuat panggilan video dengan keluarga dan teman yang jauh, "katanya dalam video yang upload di halaman Instagram, Minggu (24/5/2020).

Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Zuraida Kamaruddin mengingatkan warga Malaysia untuk menghindari pemborosan makanan dan mempraktikkan budaya manajemen yang lebih berkelanjutan untuk mencegah dan meminimalkan pemborosan ketika beradaptasi dengan gaya hidup normal baru selama dan setelah Covid-19.

Menteri Komunikasi dan Multimedia Saifuddin Abdullah juga menyampaikan selamat Hhari Raya yang diunggah di akun Facebook dan Twitter miliknya.

"Selamat Hari Raya 1441H. Minal ' Aidin Wal-Faizin. Maaf lahir dan batin. Jangan lupa untuk berlatih hidup normal baru, mengurus diri sendiri dan menjalani social distancing. Bersama-sama, mari kita hentikan penyebaran wabah Covid-19, "tulis Saifuddin, yang juga mengunggah gambar keluarganya.

Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan istrinya, Siti Hasmah Mohd Ali dalam video ucapan hari Raya Idul Fitri menyarankan masyarakat untuk mematuhi MCO selama pandemi Covid-19 selama perayaan lebaran.

"Idul Fitri tahun ini tidak seperti biasa, kita tidak bisa berkeliling mengunjungi teman dan anggota keluarga, tetapi harus merayakan di rumah masing-masing karena wabah Covid-19 yang telah menyebar ke seluruh negeri."

"Kami menyadari, penting untuk mematuhi MCO, jika tidak infeksi akan menyebar. Jadi meskipun kita kecewa tahun ini Hari Raya tidak seperti biasanya, insya Allah jika kita mampu mengurangi kurva Covid-19, kita mungkin bisa merayakan seperti biasa tahun depan," tambahnya.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan kerjasama publik dalam mematuhi SOP pada 1 Syawal sangat diperlukan untuk membantu memutuskan mata rantai Covid-19.

Kesadaran masyarakat pada kebutuhan untuk mematahkan rantai infeksi jelas terlihat dari survei National Security Council (NSC) yang dilakukan pada 18 Mei, yang menunjukkan bahwa 74 persen dari 215.712 responden memilih untuk tidak menerima tamu selama perayaan Idul Fitri.

Bahkan, hanya 20 persen memilih untuk merayakan Idul Fitri dengan kerabat terdekat, tidak dari rumah yang sama.

Sementara hanya enam persen memilih untuk merayakannya dengan kerabat yang jauh serta dengan tetangga mereka.

Meskipun survei menunjukkan masyarakat lebih suka untuk merayakan Idul Fitri dalam cara yang aman, masyarakat perlu diingatkan untuk merayakan 1 Syawal tidak berlebihan, supaya pihak berwenang setempat tidak datang ke rumah mereka karena melanggar SOP.

Karena polisi kerajaan Malaysia (PDRM) dan angkatan bersenjata Malaysia (MAF) akan terus melakukan patroli.

Jika ada banyak kendaraan di luar rumah, maka mereka akan memeriksa lokasi untuk melihat berapa banyak orang yang ada di dalam.

(*)

293 TKI dari Malaysia Masih Tertahan di Batam, Tak Ada Transportasi Jadi Alasan Pemerintah

Mahathir Mohamad Dipecat Dari Partai, Poliitik Malaysia Kembali Memanas

MASIH di Rusun Tanjung Uncang Batam, 293 TKI dari Malaysia Belum Bisa Dipulangkan ke Daerah Asal

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Malaysia Tujuh Hari Tak Laporkan Kasus Kematian akibat Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved