ASET BP BATAM

Fungsi Pembangunan IPAL Pertama di Kawasan Batam Center

Badan Pengusahaan (BP) Batam akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di tujuh titik Kota Batam.

TribunBatam.id/Istimewa/Dokumentasi BP Batam
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) BP Batam. Proyek ini dimulai sejak April 2017. 

 TRIBUNBATAM.id, BATAM  - Berdasarkan masterplan sistem pembuangan dan pengolahan limbah di Kota Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di tujuh titik Kota Batam.

Instalasi ini dimaksudkan sebagai sistem pembuangan limbah domestik yang kemudian diolah menjadi dua produk utama, yakni pupuk dan air bersih.

Sistem dan bangunan IPAL yang direncanakan ini, baru terealisasi di kawasan Batam Center, dan telah mulai dibangun sejak April 2017.

Ruang lingkup pengerjaannya, akan dibangun lima stasiun pompa di beberapa titik kawasan Batam Center, 11.000 sambungan rumah, serta bangunan Waste Water Treatment Plant (WWTP).

Menurut Iyus Rusmana, selaku Manajer Pengolahan Limbah dan Lingkungan, Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) BP Batam, lokasi Batam Center dipilih sebagai sasaran pengerjaan sistem IPAL pertama, adalah untuk mengamankan waduk Duriangkang.

Secara kontur tanah, limbah-limbah domestik dari rumah-rumah dan tempat industri di Batam Center sebagian besar mengalir langsung ke waduk Duriangkang.

"Sebab waduk Duriangkang apabila terus menerus dimasuki air limbah domestik, maka lambat laun, daya dukung lingkungannya akan menurun," ujar Iyus.

Maka dari itu, sistem IPAL dibangun guna menyaring atau menyeleksi air limbah rumah tangga, agar tidak mencemari kondisi air di waduk Duriangkang.

Melalui sambungan pipa yang akan dipasangkan ke rumah-rumah di kawasan Batam Center, air limbah domestik akan langsung mengalir menuju lima titik stasiun pompa, kemudian disalurkan pada bangunan WWTP, tempat limbah tersebut diolah.

Hasil akhir pengolahan limbah tersebut juga akan menyediakan kapasitas air bersih sebanyak 20.000 m³ per hari atau 230 liter per detik.

Selain itu, instalasi ini juga dapat menghasilkan pupuk kompos sekitar 18 m³ per hari.

Rencananya, limbah yang didaur ulang dengan hasil akhir air bersih tersebut akan dimanfaatkan secara bertahap bagi kawasan perindustrian terlebih dahulu pada tahun 2022, kemudian baru dapat dirasakan untuk keperluan domestik di tahun 2025.(adv)

Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved