VIRUS CORONA DI SINGAPURA
Mulai Juni 2020 Ini, Singapura Akan Buka Kembali 80 Persen Sektor Perekonomian
Usai dihantam Covid-19, Singapura dikabarkan akan segera buka kembali perekononomiannya. Sekitar 80 persen sektor perekonomian Singapura siap dibuka.
TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Usai dihantam badai virus Corona atau Covid-19, Singapura dikabarkan akan segera membuka kembali perekononomiannya.
Mayoritas perekonomian Singapura dijadwalkan buka lagi pada bulan Juni 2020 ini.
Tak tanggung-tanggung, sekitar 80 persen sektor perekonomian Singapura akan dibuka.
"Pada tahap pertama, kita akan kembali membuka 80 persen sektor perekonomian.
Sektor F&B (food and beverage) akan menjadi yang terakhir dibuka, harapannya akan dapat dibuka kembali pada akhir Juni," ujar Menteri Perdagangan Singapura, Chan Chun Sing, dikutip dari CNBC, Senin (1/6/2020).
Pada tahap pertama pembukaan kembali perekonomian, sebagian pekerja akan diperbolehkan kembali untuk beraktifitas di kantor.
• Miliuner Singapura Butuh Sirkuit di Lagoi, Bupati: Ini Peluang
Meski demikian, kegiatan bisnis masih didorong untuk dilakukan dari rumah selagi memungkinkan.
Selain itu, Sekolah juga akan mulai kembali dibuka.
Nantinya para pelajar masih akan belajar dari rumah untuk beberapa hari tertentu.
Dalam rangka pembukaan perekonomian yang aman dan berkelanjutan, Chan memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengusaha dan pekerja terkait protokol-protokol yang perlu dilakukan selama beraktifitas.
Nantinya, Pemerintah Singapura akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan tahap pertama pembukaan perekonomian.
Apabila tingkat penyebaran Covid-19 masih tetap rendah, maka Negara Singa tersebut akan melanjutkan pembukaan perekonomian ke tahap kedua.
Sebagai informasi, mayoritas penggerak roda perekonomian Singapura sudah mulai ditutup sejak awal April kemarin.
Hal tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang sangat cepat.
Pasalnya, Singapura menjadi salah satu negara dengan tingkat sebaran tertinggi, dimana sampai saat ini jumlah pasien positif Covid-19 mencapai lebih dari 34.800 orang.
Lindungi Lapangan Kerja Usai Dihantam Covid-19, Singapura Keluarkan Stimulus Rp 338 Triliun
Berbagai kebijakan dipilih Singapura demi mengatasi dampak penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Terbaru, Singapura meluncurkan paket kebijakan fiskal sebesar 23 miliar dollar AS atau sekitar Rp 338,1 triliun.
Keputusan ini dipilih oleh Menteri Keuangan Singapura Heng Swee Keat.
Paket tersebut merupakan paket keempat yang digelontorkan untuk meredam dampak pandemi Covid-19 yang memukul perekonomian Singapura.
Melalui paket kebijakan keempat tersebut, pemerintah Singapura bakal memberi dukungan kepada dunia usaha untuk meredam angka pengangguran.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Jakarta, Selasa (26/5/2020), Heng mengatakan melalui dukungan fiskal tersebut, pemerintah bakal membantu dunia usaha dan pekerja yang terdampak pembatasan sosial dan aktivitas ekonomi.
Dengan demikian, defisit anggaran Singapura pada tahun ini diproyeksi bakal mencapai 15,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), rekor terbaru sepanjang sejarah.
"Fokus utama dari anggaran ini adalah lapangan kerja," ujar Heng.
"Adapun sebagian besar dari tiga paket anggaran sebelumnya adalah untuk melindungi keberlangsungan hidup dari pekerja. Sementara untuk paket kebijakan fiskal keempat ini, kami akan melakukan sesuatu yang lebih besar," kata dia.
Dengan paket kebijakan fiskal keempat tersebut, Singapura secara keseluruhan telah mengalokasikan anggaran sebesar 92,9 miliar dollar Singapura, atau mencapai 19,2 persen dari PDB.
Heng mengatakan, pemerintah tengah berupaya untuk memberikan bantalan terhadap perekonomian dari risiko kontraksi pertumbuhan terbesar sejak negara tersebut merdeka.
Selain itu, pemerintah Negeri Singa juga bakal menarik cadangan dari anggaran tahun sebelumnya sebesar 31 miliar dollar Singapura, sehingga meningkatkan cadangan anggaran tahun ini menjadi sebesar 52 miliar dollar Singapura.
Singapura sendiri saat ini tengah berupaya untuk membuka aktivitas perekonomian dalam tiga fase. Sebagian besar kegiatan usaha bakal dibuka di bulan Juli, meski beberapa sektor seperti penerbangan dan pariwisata bakal membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa kembali dibuka.
Singapura merupakan salah satu negara pertama di dunia yang menggelontorkan stimulus untuk mengurangi dampak pukulan pandemi virus Corona terhadap perekonomian.
Pada Maret 2020, Singapura telah menggelontorkan paket kebijakan sebesar 48 miliar dollar Singapura untuk subsidi upah dan bantuan langsung tunai.
Pejabat setempat pun telah meningkatkan besaran dukungan bantuan sosial tersebut seiring dengan kerugian ekonomi yang kian membengkak akibat pembatasan perdagangan dan perjalanan global yang kian meluas.
Mayoritas Tetap Pekerja Asing, Jumlah Kasus Covid-19 di Singapura Tembus Angka 30.000
Jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 di Singapura menembus angka 30 ribu.
Angka tersebut berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) yang dirilis Jumat malam (22/5/2020).
Menunjukan sebanyak 30.426 pasien terpapar Covid-19 di Singapura.
Tercatat pula ada 614 pasien baru.
Angka ini menjadikan negeri “Singa” berada di urutan ke-26 di dunia berdasarkan jumlah pasien.
92,5 persen atau sebanyak 28.150 penderita adalah pekerja asing yang tinggal di asrama.
Pekerja asing tetap menjadi mayoritas kasus harian sejak ledakan kasus dari kelompok ini pada awal April lalu.
5,6 persen pasien adalah kasus komunal yaitu kasus Covid-19 di lingkungan masyarakat Singapura.
Angka kasus komunal telah menstabil di satu digit sejak satu bulan terakhir.
Sisanya 1,9 persen adalah kasus impor yang berasal dari luar negeri.
Kasus impor Covid-19 sempat mendominasi kasus harian Singapura pada bulan Maret lalu.
Secara keseluruhan tren Covid-19 di Singapura menunjukan tanda-tanda positif.
Pasien yang dirawat di rumah sakit konsisten menurun. Saat ini hanya ada 798 pasien atau 2,62 persen.
Jumlah pasien yang masih dirawat di fasilitas isolasi juga terus berkurang dari hari ke hari yaitu sebanyak 16.650 atau 54,72 persen.
Penderita virus Corona di fasilitas isolasi adalah yang mengalami gejala ringan atau yang sudah membaik namun belum cukup sehat untuk diizinkan pulang ke rumah.
12.946 pasien atau 42,55 persen telah pulih dan dapat meninggalkan rumah sakit atau fasilitas isolasi.
Tercatat 8 pasien masih berada di ruang intensif atau ICU. Ini adalah untuk pertama kalinya angka pasien ICU berada di satu digit sejak lockdown parsial atau circuit breaker diberlakukan pada 7 April lalu.
Meski begitu, pasien yang meninggal di Singapura tetap salah satu yang terendah di dunia yaitu sejumlah 23 orang.
Jika dipersentasekan jumlahnya hanya 0,08 persen.
Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) di Singapura, total ada 52 pasien yang terjangkit Covid-19.
Sebanyak 44 orang telah sembuh, 6 orang masih menjalani perawatan, dan 2 orang lainnya meninggal dunia.
Pemerintah Singapura mengumumkan akan mengakhiri lockdown parsial pada 1 Juni mendatang.
Singapura akan menuju new normal melalui 3 fase atau tahapan di mana fase pertama akan berlaku mulai 2 Juni hingga waktu yang belum ditentukan.
Kehati-hatian Singapura terlihat di mana hanya segelintir aktivitas yang diizinkan pada fase pertama.
Perkumpulan sosial atau nongkrong masih dilarang dan toko-toko non-esensial belum dapat beroperasi pada tahap pertama ini.
(*)
• Melihat Megahnya Singapura dari Pantai Tanjung Datok Sekupang Batam
• Sebarkan Hoaks Soal Wabah Covid-19 di Facebook, Sopir Taksi Singapura Masuk Penjara
• Lebih dari 50 Persen Pasien Sembuh, Singapura Berhasil Tangani Penyebaran Covid-19?
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Singapura Buka Kembali Perekonomian Mulai Bulan ini".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/05022020_wni-terkena-virus-corona-di-singapura.jpg)