Breaking News:

BATAM TERKINI

Ajak Anggota DPRD Batam Ikut Menyisir Kasus Covid-19, Amsakar: Kalau Bersama Pasti Efektif

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengajak anggota DPRD Batam untuk ikut menyisir ke pemukiman dan melakukan tracing covid-19.

TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Wakil Wali Kota Batam sekaligus Ketua Harian Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad menggelar rapat koordinasi bersama DPRD Kota Batam, Kamis (4/6/2020). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menanggapi satu persatu tanggapan anggota DPRD Kota Batam.

Pertama ia menanggapi komentar Edward Brando dan Jeffry Simanjuntak.

"Kita harus membuat skala prioritas. Kebijakan yang lain kita buat baru keringanan untuk wajib pajak. Saya kira di komisi 2 sudah didalami juga. Kesehatan tidak dibenturkan dengan ekonomi. Tapi harus seiring. Sekarang 151 biasa-biasa aja. Kemarin 1 positif heboh se Batam. Kerjaan kami turun kelapangan untuk memastikan kepatuhan masyarakat," katanya.

Untuk keperluan protokol kesehatan di tempat ibadah, Amsakar menilai sudah clear.

Pihaknya juga membantu pembagian masker, disinfektan dan hand sanitizer.

Tempat ibadah Gereja juga sudah mulai mempersiapkan diri untuk persiapan ibadah. Begitu juga dengan Masjid.

"Status kita (Batam) ini sebenarnya sesuai dengan Kepres. Darurat Bencana Non Alam. Sehingga tak jadi masalah dengan recofusing anggaran. Tak perlu mempersoalkan PSBB, Karantina dan lainnya," tegas Amsakar.

Meski Batam Mencemaskan karena Banyak OTG, Pemko Ungkap Pentingnya Pemberlakuan New Normal

Sepanjang turun langsung ke masyarakat, menurutnya ada beberapa evaluasi di lapangan.

Pertama yaitu Pasar Basah, kedua pangkalan ojek, ketiga Pelabuhan terutama Pelabuhan Pancung, keempat Dinas Kependudukan.

Sementara Mal diwilayah Sekupang Batu Aji sudah mematuhi protokol kesehatan.

Amsakar selalu menyampaikan kepada masyarakat lebih banyak OTG yang terpapar.

Misalnya 151 terpapar, 87 antaranya OTG.

"Kalau kita membiarkan jauh lebih parah. Di Cluster HOG, sudah 37 orang. Letupan yang terjadi ketika ada satu cluster cuek," katanya.

Angka positif Covid-19 151 itu tumbuh dari 7 cluster tersebut.

Itulah tugasnya tim setiap hari.

"Kata kunci persoalan ini bagaimana yang sakit kita deteksi dan laju perkembangan kita rem dan dampak ekonomi kita selesaikan," katanya.

Konsep Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PAM) ataupun New Normal sebenarnya membahas bagaimana masyarakat mematuhi peraturan itu.

"Kami akan dalami lagi soal hukum. Ntah harus dibuat perwakonya. Kalau perda panjang prosesnya," katanya.

Sementara itu, menanggapi komentar Rohaizat, Batam tak ditetapkan pemerintah.

Ini bermulai dari menteri pariwisata yang menyatakan Batam dijadikan pilot project. Sebanyak 3 daerah ini akan menerapkan new normal.

Namun setelah itu, persetujuan yang diberikan pemerintah pusat wilayah yang sudah menerapkan PSBB yang boleh menerapkan new normal.

"Kalau diberlakukan ada 670 personil di luar dari tim yang sudah ada. Dan mana titik-titik yang tidak mematui aturan disitulah personil turun," katanya.

Amsakar melanjutkan anggota DPRD bisa join turun ke lapangan untuk menyisir. Sesuai dengan daerah dapilnya masing-masing.

"Kalau kita bersama-sama pasti lebih efektif lagi," katanya. (rus)

(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved