ASET BP BATAM

Kota Batam Sangat Bergantung Pada Hujan sebagai Sumber Air Baku

Kota Batam masih belum memiliki alternatif sumber air bersih yang dapat menggantikan air hujan yang tertampung di dalam Dam.

Istimewa/Humas BP Batam
Kondisi waduk di Batam sebagai sumber air baku di Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Air adalah sumber daya alam yang sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat Kota Batam.

Kota Batam dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta ini juga menampung 24 kawasan industri yang tengah berjalan.

Angka populasi serta kegiatan industri di Kota Batam tersebut tentu tidak jauh kaitannya dari pola penggunaan air bersih.

Satu-satunya sumber air bersih di lima waduk Kota Batam itu pun dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga, dan juga industri seperti pabrik, tempat wisata, dan restoran.

Direktur Badan Fasilitas dan Lingkungan, BP Batam, Binsar Tambunan, menyatakan, guna memenuhi kebutuhan air, masyarakat Batam sangat bergantung pada air hujan.

"Hujan yang turun ditangkap di daerah tangkapan air, kemudian masuk ke dam," jelas Binsar.

Saat ini, dari tujuh dam yang ada di Kota Batam, hanya lima di antaranya yang masih berperan menyediakan kebutuhan air bagi masyarakat Batam, yaitu Dam Duriangkang, Dam Sei Nongsa, Dam Sei Ladi, Dam Sei Harapan, dan Dam Mukakuning.

Sementara itu, kondisi air di Dam Baloi telah tercemar oleh limbah rumah tangga dan logam berat, sehingga tidak dapat difungsikan lagi.

Tampak, kondisi terkini dam Baloi telah dibangun kawasan permukiman liar di area tangkapan airnya.

Kondisi ini juga mengancam tiap-tiap Dam di Kota Batam, khususnya Dam Duriangkang, yang terbesar. Hingga saat ini, telah terdapat sedikitnya 18 titik lokasi kegiatan ilegal di area tangkapan air di Dam Duriangkang.

Halaman
12
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved