VIRUS CORONA DI AMERIKA SERIKAT

Ketika Pengunjuk Rasa Kematian George Floyd Mengesampingkan Virus Corona, Inilah yang Ditakutkan

Sudah seminggu lebih berlalu sejak warga Amerika Serikat melakukan protes pertama kalinya di berbagai penjuru kota sebagai bentuk dukungan atas ...

AFP/Seth Herald
Sejumlah demonstran melakukan aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. 

TRIBUNBATAM.id - Sudah seminggu lebih berlalu sejak warga Amerika Serikat melakukan protes pertama kalinya di berbagai penjuru kota sebagai bentuk dukungan atas kasus kematian yang menimpa George Floyd

Tampak dari video yang menunjukkan bahwa warga dengan begitu mudahnya mengesampingkan virus Corona yang masih menjadi pandemi di dunia.  

Seperti yang diketahui, terlepas dari protes yang terjadi, pandemi virus Corona masih terus berlangsung.  

Sejak Minggu (31/5/2020), ada lebih dari 4.000 kematian yang dilaporkan terjadi di AS. 

Dari jumlah tersebut, 1.036 di antaranya terjadi antara Kamis (4/6/2020) dan Jumat (5/6/2020). 

Melansir data John Hopkins University, hingga Jumat (5/6/2020), virus ini telah menginfeksi lebih dari 108.000 orang di AS dan menginfeksi lebih dari 1,8 juta orang di dunia. 

Kekhawatiran akan lonjakan kasus

Dengan protes yang masih terus terjadi, pihak berwenang pun mengkhawatirkan bahwa jumlah kasus infeksi akan meningkat setelah protes ini.

Mereka juga mengimbau para pengunjuk rasa turut menjalani pemeriksaan.

Sebab, sejumlah lokasi pemeriksaan ditutup akibat unjuk rasa ini, termasuk di Los Angeles, Philadelphia, dan Jacksonville, Florida.

Halaman
1234
Editor: Lia Sisvita Dinatri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved