ASET BP BATAM

Latar Belakang dan Progres Pembangunan IPAL oleh BP Batam

7 lokasi yang direncanakan akan dibangun IPAL berada di Batam Center, Tanjung Uma, Bengkong, Telaga Punggur, Tembesi, Sekupang dan Kabil.

TribunBatam.id/Istimewa/Dokumentasi BP Batam
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) BP Batam. Dari tujuh lokasi yang bakal dibangun, baru satu lokasi di kawasan Batam Centre yang baru terealisasi sejak April 2017. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Batam Center, Kota Batam telah dimulai sejak April 2017 lalu.

Pembangunan ini dilatarbelakangi oleh program pemerintah untuk pencegahan pencemaran perairan serta penataan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Yaitu Universal Akses 100-0-100 (100% pelayanan air bersih, 0% permukiman kumuh, dan 100% pelayanan air limbah melalui KemenPUPR.

Proses pelaksanaan jaringan IPAL ini mengacu pada Masterplan (Rencana Induk) Pengelolaan Air Limbah Domestik yang dirancang oleh Pemko Batam tahun 2011, di mana Batam akan dibangun 7 lokasi instalasi Pengelolaan Air Limbah Domestik.

7 lokasi yang direncanakan akan dibangun IPAL berada di Batam Center, Tanjung Uma, Bengkong, Telaga Punggur, Tembesi, Sekupang dan Kabil.

Kemudian, dibuatlah usulan pendanaan dari luar negeri kepada Pemerintah Republik Indonesia, melalui Bappenas.

Alhasil, Pemerintah Korea Selatan berminat mendanai softloan (pinjaman lunak) sebesar USD 50 juta, serta dana pendamping dari Pemerintah Republik Indonesia sebesar USD 5 juta.

Selanjutnya, proses pelelangan secara internasional pun diselenggarakan sejak tahun 2013. Sesuai dengan aturan EDCF, konsultan dan kontraktor yang diikutsertakan berasal dari Korea Selatan.

Setelah menandatangani Kontrak Konsultan (5 Desember 2014) dan Kontrak Konstruksi (7 Desember 2016), pelaksanaan konstruksi pun dimulai sejak Ground Breaking sejak 13 April 2017 dengan target selesai sampai Desember 2020.

Ruang lingkup pengerjaan IPAL yakni pembangunan Waste Water Treatment Plant, jaringan perpipaan, serta lima stasiun pompa yang baru dibangun tahap awal di kawasan Batam Center terlebih dahulu.

Adapun progres fisik pengerjaan hingga minggu ke-3 Mei 2020 mencapai 86,6%, dari pengerjaan perpipaan berbobot 44,3%, stasiun pompa berbobot pekerjaan 12,3%, pekerjaan WWTP berbobot 38,6%, dan pekerjaan umum berbobot 4,8%.

Selain dari pengerjaan fisik IPAL tersebut, pihak Badan Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, juga kerap menjalankan sosialisasi pembangunan IPAL kepada masyarakat Kota Batam. Hal ini dilakukan agar proses pembangunan IPAL dapat berjalan dengan lancar dengan didukung seluruh elemen masyarakat Kota Batam. (adv)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved