Cara Menghitung Pemotongan Gaji Karyawan untuk Tapera, Cair Setelah Pensiun

Cara menghitung besaran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang perlu diketahui agar tidak kaget bila gaji yang diterima tiap bulannya berkurang.

Tribun News
ilustrasi uang rupiah 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Cara menghitung besaran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang perlu diketahui agar tidak kaget bila gaji yang diterima tiap bulannya berkurang. 

Gaji karyawan setiap bulan akan dipangkas untuk Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) menyusul Presiden Jokowi mengeluarkan PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera.

Sebelum Tapera, gaji karyawan telah dipangkas untuk beragam iuran, seperti BPJS Kesehatan, Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan pensiun.  Selain itu tentu saja ada PPh 21.

Adapun besaran pembayaran akan tergantung dari besaran gaji.

Semakin besar gaji, semakin besar pula pemangkasan iuran-iuran tersebut.

Berikut ini simulasi perhitungannya bagi pekerja penerima upah (PPU) Rp 5 juta/bulan dengan status lajang alias belum menikah dan atau tidak punya anak.

Tapera

Untuk iuran Tapera, gaji karyawan akan terpotong sebesar 2,5 persen dari total pemotongan 3 persen.

Adapun 0,5 persen sisanya akan ditanggung oleh pemberi kerja.

Jika seseorang bergaji Rp 5 juta per bulan, maka gaji tersebut akan terpotong Rp 125.000 per bulan untuk iuran Tapera.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved