Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

Transportasi Laut ke Anambas Bakal Dibuka, BPBD Usulkan Syarat Bagi Penumpang dan Pemilik Kapal

Kepala BPBD Anambas Islam Malik mengatakan,rapat yang diadakan ini belum menentukan kapan kapal akan beroperasi kembali.Baru sebatas konsep kepulangan

Penulis: Rahma Tika | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Rapat koordinasi BPBD Anambas bersama instansi vertikal membahas konsep protokol kesehatan bagi penumpang yang akan datang ke Kepulauan Anambas, baru-baru ini 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas telah mengadakan rapat koordinasi terkait protokol pembukaan sementara akses transportasi laut kapal feri dari Tanjungpinang.

Kepala BPBD Islam Malik mengatakan, rapat yang diadakan ini belum menentukan kapan kapal akan beroperasi kembali.

"Rapat kemarin baru konsep protokol kepulangan masyarakat dari Tanjungpinang untuk dibawa ke rapat berikutnya. Jadi belum ada keputusan," ucap Malik pada Rabu (10/6/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, ada beberapa kriteria masyarakat yang diizinkan untuk ke Kabupaten Kepulauan Anambas dengan asumsi Surat Edaran Ketua Guvus Tugas Nomor 5 tahun 2020. Diantaranya masyarakat yang berdomisili di luar Kepulauan Anambas yang sedang berada di luar harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

- KTP Anambas atau surat keterangan domisili
- surat pernyataan bersedia dikarantina mandiri selama 14 hari
- memiliki surat keterangan surat rapid test non reaktif
- mengisi form biodata yang disediakan pemerintah daerah Kepulauan Anambas
- patuh terhadap protokol kesehatan yang diterapkan

 HARI Ini, Rabu (10/6) Kapal dari Batam ke Tembilahan Beroperasi Kembali, ke Dumai Kapan?

 BUKAN Akibat Server Down, Ini Penyebab Link http://ppdb-batam.id Susah Diakses

Sementara itu kewajiban yang harus dimiliki oleh perusahaan penyedia kapal antara lain:

- melakukan penyemprotan disinfektan ke calon penumpang
- melakukan sosialisasi kepada ABK kapal dan calon penumpang kapal
- memastikan proses loading penumpang dan barang di pelabuhan dapat menerapkan protokol kesehatan
- seluruh ABK kapal memiliki surat keterangan rapid test non reaktif
- memfasilitasi tempat karantina dan menyediakan seluruh kebutuhan ABK kapal selama karantina di Tarempa
- menyerahkan seluruh data penumpang kepada tim gugus tugas
- mengembalikan uang calon penumpang yang memiliki hasil rapid test reaktif secara utuh

Kriteria masyarakat yang diperbolehkan masuk ke Anambas dan kewajiban perusahaan penyedia kapal ini masih sebatas usulan, sebelum pembukaan transportasi nanti.

Hasil Rapat Bersama

Sementara itu sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas sepakat untuk tidak memberi izin pengoperasian feri dari Tanjungpinang menuju Tarempa.

Hal ini terungkap setelah diadakannya rapat bersama instansi vertikal di aula Bupati lantai III, Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kamis (14/5/2020).

Dengan tidak beroperasinya feri yang dijadwalkan membawa ratusan mahasiswa dari Tanjungpinang, Pemerintah Daerah berkomitmen akan memberi bantuan tunai kepada mahasiswa yang ada di sana.

Hasil yang telah disepakati saat rapat, Pemerintah Daerah akan memberi bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 450 ribu per orang.

Sejumlah undangan rapat memberi masukan kepada pemerintah daerah terkait pengoperasian kapal feri yang rencananya berangkat dar Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang Senin, (17/5/2020) itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved