PRAMONO EDHIE WIBOWO MENINGGAL
Pramono Edhie Wibowo Meninggal Setahun Setelah Ani Yudhoyono Wafat, Hari dan Bulan Sama
Pramono Edhie Wibowo meninggal setahun setelah Ny Ani Yudhoyono berpulang. Keduanya meninggal di hari Sabtu dan bulan Juni.
Sebagai perwira TNI AD, beberapa posisi strategis pernah diemban seperti Danjen Kopassus, Pangdam Siliwangi, Pangkostrad, hingga KSAD. Usai pensiun, Edhie bergabung ke Partai Demokrat.
Diketahui, Pramono Edhie lahir di Magelang, Jawa Tengah, 5 Mei 1955. Dia pernah menjabat sebagai Panglima Kostrad dan Pangdam III Siliwangi.
• Didatangi Ani Yudhoyono Lewat Mimpi, AHY Langsung Laksakan Pesan Sang Ibu Tepat 1 Tahun Kepergiannya
Ny Ani Melawan kanker
Pasalnya, Ani Yudhoyono telah berpulang ke sang pencipta setelah berjuang melawan kanker darah, Sabtu (1/6/2019) di NUH Singapura.
Jenazah Ani Yudhoyono pun telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jakarta, Minggu (2/6/2019).
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Ani Yudhoyono membutuhkan donor sumsum tulang belakang untuk sembuh dari penyakit yang diidapnya.
Melansir dari Kompas, Pramono Edhie Wibowo dikabarkan menjadi satu-satunya pendonor dan penyelamat untuk Ani Yudhoyono.
Sebelumnya, semua anggota keluarga besar sempat diperiksa dan melakukan tes darah untuk mencari jenis darah yang dibutuhkan tim dokter.
Pramono Edhie Wibowo sendiri merupakan adik kandung Ani Yudhoyono, mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD).
Putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membenarkan jika Pramono Edhie Wibowo, pamannya, akan menjadi donor sumsum tulang belakang untuk Ani Yudhoyono.
Pasalnya, Pramono Edhie Wibowo memiliki kesamaan delapan parameter darah yang dibutuhkan dokter untuk kebutuhan transplantasi sumsum tulang belakang.
"Yang pasti, delapan parameter darah yang dibutuhkan dokter ada di adik Ibu Ani Yudhoyono."
"Kami bersyukur karena tidak sampai mencari ke mana-mana, bahkan sampai ke seluruh dunia," kata AHY di Surabaya, Rabu (27/3/2019).

Sebagaimana diketahui, mendonorkan sumsum tulang belakang memang tak bisa dilakukan oleh sembarang orang.
Namun hingga akhir hayat Ani Yudhoyono, proses pendonoran ini belum sempat dilakukan.