Breaking News:

TRIBUN WIKI

Banyak Orang Kini Tidak Merasakannya, Apa Itu Toleransi Kafein dan Bagaimana Mengatasinya?

Efek kafein lama-lama tak lagi bisa dirasakan oleh orang yang kerap mengonsumsinya. Mereka menjadi toleran atau kurang responsif terhadap efek kafein.

kompas.com
Ilustrasi, Tidak Bisa Fokus merupakan salah satu efek dari Kafein 

Alhasil, rasa lelah pun berkurang dan kewaspadaan meningkat.

Riset menunjukkan dosis kafein yang tinggi dapat memblokir reseptor adenosin hingga 50 persen.

Efek stimulasi dari kafein terjadi dalam 30 hingga 60 menit setelah mengonsumsi zat tersebut dan bertahan selama tiga hingga lima jam.

Namun, mengonsumsi kafein secara teratur dapat meningkatkan produksi reseptor adenosin dan memungkinkan adanya ikatan antar reseptor adenosin.

Akibatnya, kondisi tersebut bisa mengurangi efek kafein dan menyebabkan kita mengalami intoleransi kafein.

Gejala toleransi kafein

Menurut ahli gizi Malina Malkani, toleransi kafein bisa terjadi hanya dalam tiga hingga lima hari usai mengonsumsinya secara teratur.

Namun, hal tersebut bisa bervariasi untuk setiap individu.

Beberapa orang memiliki faktor genetik yang menyebabkan kafein melakukan metabolisme lebih cepat daripada yang lain.

Selain itu, perbedaan berat badan juga bisa memengaruhi toleransi kafein.

Halaman
123
Tags
kafein
Penulis: Widi Wahyuning Tyas
Editor: Eko Setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved