Breaking News:

TRIBUN WIKI

Banyak Orang Kini Tidak Merasakannya, Apa Itu Toleransi Kafein dan Bagaimana Mengatasinya?

Efek kafein lama-lama tak lagi bisa dirasakan oleh orang yang kerap mengonsumsinya. Mereka menjadi toleran atau kurang responsif terhadap efek kafein.

kompas.com
Ilustrasi, Tidak Bisa Fokus merupakan salah satu efek dari Kafein 

Semakin tinggi berat badan seseorang, semakin besar kemungkinan mereka memiliki toleransi yang lebih tinggi.

Jumlah dan frekuensi penggunaan kafein serta tingkat kecemasan secara keseluruhan adalah faktor lain yang memengaruhi seberapa cepat seseorang mengalami toleransi kafein.

Hal pertama yang terjadi ketika kita mengalami toleransi kafein adalah kita tidak lagi bisa fokus atau merasakan efek dari secangkir kopi yang kita minum.

Akibatnya, kita membutuhkan lebih banyak kopi untuk merasakan efek yang diinginkan.

Cara mengatasi

Untuk mengatasi toleransi kafein, kita harus mengurangi asupannya secara perlahan.

Mengkonsumsi lebih banyak kafein memang bisa membatu kita mengatasi kondisi tersebut, namun hal itu hanya berlaku dalam jangka pendek.

Mengurangi asupan kafein memang bisa membuat kita mengalami gejala penarikan seperti sakit kepala, jantung berdebar, dan kecemasan.

Namun, gejala tersebut hanya berlangsung sementara.

Selain itu, ada  baiknya kita tidak melewatkan waktu makan karena bisa menyebabkan penurunan energi.

Akibatnya, kita kembali tergoda untuk mengonsumsi kafein demi membangun kembali energi yang hilang.

Untuk memperlambat penyerapan kafein, hindarilah mengonsumsi kopi saat perut kosong sehingga ktia tidak mudah mengalami toleransi kafein.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Toleransi Kafein dan Cara Mengatasinya". 

Tags
kafein
Penulis: Widi Wahyuning Tyas
Editor: Eko Setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved