Imbas Corona dan PSBB, Penjualan Mobil Skala Nasional Turun Drastis

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo), total volume penjualan mobil domestik Januari - Mei 2020 tercatat 248.310 unit.

tribunnews batam/istimewa
Ilustrasi. Suasana pameran otomotif Kepri Motor Show beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak besar pada penjualan mobil nasional. Sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) dalam negeri harus kembali mencatatkan penurunan penjualan drastis akibat imbas Corona.

Proyeksi penjualan di Juni dan semester II 2020 mendatang juga masih berkabut.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo), total volume penjualan mobil domestik Januari - Mei 2020 tercatat sebanyak 248.310 unit.

Jumlah tersebut turun 41% year on year (yoy). Sementara itu untuk di Mei 2020 saja, volume penjualan mobil hanya 3.551 unit atau turun 95% dibandingkan Mei 2019 yang sebanyak 84.109 unit.

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Emily menjelaskan penjualan yang kontraksi pada bulan April 2020 karena adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski penjualan Isuzu di Maret ke April anjlok hingga 74,7% penjualan kendaraan komersil Isuzu di bulan Mei tumbuh 13% dibandingkan bulan sebelumnya.

Lebih jelasnya penjualan mobil Isuzu di April sebanyak 335 unit kemudian di Mei penjualannya bertambah menjadi 379 unit. Ernando menyatakan mobil yang paling banyak terjual adalah Isuzu Elf dan Traga.

Adapun untuk penjualan di bulan Juni, Ernando berharap pada relaksasi yang diberikan pemerintah sehingga membantu penjualan mobil.

"Sedangkan untuk di semester II 2020 nanti kami masih melihat kondisi karena faktor penyebaran Corona masih dominan," jelasnya, Rabu (17/6).

APM lainnya, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatatkan penjualan yang anjlok hingga 92,6% dari Maret ke April. Masih mengintip data Gaikindo, tidak tercatat penjualan mobil Daihatsu di Mei 2020.

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra menjelaskan pasar mobil di bulan Mei 2020 sangat rendah karena PSBB dan daya beli yang melandai. "Adapun di Juni 2020 ini permintaan naik sekitar 40% jika dibandingkan bulan Mei." jelasnya.

Halaman
12
Editor: Rimna Sari Bangun
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved