TIMNAS INDONESIA
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Kecewa dan Sebut PSSI Tak Konsisten: Saya Minta Kerjasamanya
Dalam sebuah wawancara dengan media Korea Selatan Naver Sport, Shin Tae-yong mengungkap beberapa keputusan PSSI yang membuat dirinya kecewa
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Seperti api dalam sekam, Pelatih Timnas Indonesia Shin tae-yong mengungkapkan keluh kesahnya sejak ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia.
Dalam sebuah wawancara dengan media Korea Selatan, Naver Sport, Shin Tae-yong mengungkap beberapa keputusan PSSI yang membuat dirinya kecewa.
Wawancara Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yongengan Naver Sports, berlangsung tengah pekan ini.
• India dan China Pernah Perang Tahun 1962 Karena Konflik Perbatasan, Ini Saran Amerika Serikat
• Hasil, Klasemen & Top Skor Liga Spanyol Setelah Atletico Pesta Gol, Bilbao Seri, Alvaro Morata 9 Gol
• Video Gol Penalti & Highlight Final Coppa Italia Napoli vs Juventus, Napoli Juara Lewat Adu Penalti
Shin Tae-yong mulai menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia sejak Januari 2020.
Ia mengaku terbujuk prospek Indonesia bermain sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 2021 dan janji PSSI untuk memberikannya dukungan penuh menukangi timnas U20, U23, dan timnas senior.
Kendati sempat melatih beberapa bulan dan mengadakan training camp (TC) di Thailand, program timnas Indonesia di semua kategori umur berhenti seiring dengan adanya pandemi virus corona.
Pada saat inilah Shin Tae-yong mengajukan beberapa pergeseran di program timnas, antara lain mengadakan TC di Korea Selatan pada 1 Juli 2020 untuk meningkatkan kondisi fisik dan menemui kualitas lawan lebih baik.
"Saat ini kita tidak bisa melawan tim-tim kuat level atas di Indonesia seiring kondisi Covid-19 yang semakin parah."
"Jadi, TC di luar negeri dapat membantu pola konsumsi dan physical conditioning pemain selama masa karantina," ujarnya saat ditemui Naver Sports di area Gangnam, Seoul, Rabu (17/6/2020).
"Baru kita mengadakan TC kembali di Indonesia pada awal September."
Akan tetapi, PSSI dikabarkan berniat menggelar TC timnas Indonesia di Jakarta, tepatnya di Lapangan ABC Senayan dan Stadion Madya.
• Video Gol dan Highlight Osasuna vs Atletico Madrid, Pesta 5 Gol Atletico Madrid di Kandang Lawan
• Video Gol dan Highlight Pertandingan Manchester City vs Arsenal, Tampil Impresif Man City Menang 3-0
Shin Tae-yong mengatakan bahwa "sikap PSSI berubah, padahal di awal dijanjikan dikasih dukungan penuh".
Ia enggan mengungkapkan lebih jauh kepada Naver Sports soal perubahan sikap seperti apa yang dimaksud, tetapi sang pelatih juga berbicara soal isu transparansi.
"Negara-negara yang sepakbolanya maju, masyarakatnya lebih mengetahui tentang federasi secara transparan," tuturnya kepada salah satu media terbesar di Korea Selatan itu.
"PSSI sering berganti pengurus dan kebijakan," ujarnya lagi, mengacu ke beberapa pergantian di level atas PSSI.
Ia pun mengungkapkan sempat mempertanyakan target yang disematkan PSSI kepadanya.
Beberapa target, seperti lolos grup dan menjadi semifinalis Piala Dunia U20, pun dirasa terlalu muluk bagi timnas.
Target ke semifinal Piala Dunia U20 2021 diungkapkan PSSI pada sebuah rapat dengan sang pelatih pekan lalu.
Rapat tersebut membahas persiapan timnas Indonesia menggelar Piala Dunia U20 sekaligus evaluasi perkembangan timnas U-19 selama wabah virus corona melanda dunia.
Yunus Nusi selaku Plt Sekjen PSSI yang juga ikut dalam rapat tersebut menegaskan, PSSI ingin timnas U19 Indonesia setidaknya bisa lolos dari fase grup pada Piala Dunia U20 2021.
• Hasil Liga Spanyol Osasuna vs Atletico Madrid, Atletico Pesta 5 Gol, Joao Felix Bahagia Cetak 2 Gol
• Hasil Final Coppa Italia - Menang Adu Penalti, Napoli Juara, Peluang Trofi Juara Juventus Tinggal 2
Setelah melewati tahapan itu, timnas diharapkan bisa tembus ke babak delapan besar dan semifinal.
Menurut Shin, hal ini terlalu muluk mengingat Indonesia sekarang masih berada di peringkat ke-173 di rangking FIFA.
Kendati demikian, Coach Shin mempunyai harapan besar bagi timnas seiring potensi besar yang menurutnya dimiliki oleh Indonesia.
"Jika saya membuat program untuk timnas dan pemain, tolong kerja samanya. Seorang pelatih bukanlah pesulap, tetapi kami perlu proses," ujar Shin.
"Saya ingin ada dalam sejarahnya ketika visi sepakbola Indonesia terwujud."
"Sebelum adanya Covid-19 ini, 70.000 penonton datang ke pertandingan pembuka Liga 1 di Jakarta."
"Benar-benar hebat sekali antusiasme sepakbola Indonesia."
"Pemerintah Indonesia pun sangat perhatian terhadap sepakbola karena bergulirnya Piala Dunia U20 2021 tahun depan," tuturnya.
• Hasil Liga Inggris Man City vs Arsenal, David Luiz Kartu Merah Arsenal Kalah, Man City Menang 3-0
• Data Corona 34 Provinsi Indonesia Kamis (18/6) Pagi, Total 41.431, Sembuh 16.243, Meninggal 2.276
Jurnalis sepakbola asal Korea Selatan, Steve Han, pernah mengungkapkan kepada Kompas.com bahwa pelatih Shin Tae-yong memang bukan tipe sosok yang mengikuti secara buta arahan federasi.
Hal ini diungkapkan oleh Steve saat Kompas.com menanyakan pada Januari silam soal potensi hubungan Shin Tae-yong dengan petinggi PSSI.
"Saya tak bisa mengatakan familiar dengan federasi sepakbola Indonesia. Namun, KFA (PSSI-nya Korsel) punya struktur sangat hierarkis dengan figur-figur senior biasanya punya keputusan akhir untuk hal-hal terpenting," tutur Steve dalam sebuah korespondensi melalui e-mail.
"Shin mungkin salah satu manajer di ingatan saya yang bisa untuk mengarungi politik di sepakbola Korsel tanpa menjadi seorang yang hanya mengikuti perintah atasan."
Singgung kesalahan Indra Sjafri
Shin Tae-yong, menilai PSSI tidak konsisten dalam memegang janji dan kebijakan dalam membina timnas Indonesia.
Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, baru menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia selama kurang lebih enam bulan.
Mantan pelatih timnas Korea Selatan itu diminta PSSI untuk menggantikan Simon McMenemy dalam menangani tim Garuda pada Januari 2020.
Ketika pertama kali ditawari menjabat juru taktik timnas Indonesia, Shin Tae-yong menilai bahwa PSSI memiliki visi dan komitmen yang bagus dalam membangun sepak bola nasional.
Berkat kepercayaan itu, Shin Tae-yong pun mau menandatangani kontrak jangka panjang selama empat tahun bersama timnas Indonesia dan meninggalkan tawaran dengan gaji menggiurkan dari klub China.
Sayang setelah enam bulan berdinamika bersama PSSI dan timnas Indonesia, Shin Tae-yong justru merasa kecewa.
Kekecewaan itu diungkapkan oleh Shin Tae-yong ketika bertemu dengan media Korea Selatan, Naver Sports, di sebuah kafe di Gangnam, Seoul, pada Rabu (17/6/2020).
Shin Tae-yong menilai bahwa PSSI justru tidak konsisten dalam memegang janji dan menyusun kebijakan untuk timnas Indonesia.
"PSSI sering berganti pengurus dan kebijakannya," ucapnya seperti dilansir Bolasport.com dari Naver Sports.
"Sekretaris Jenderal, (Ratu) Tisha yang berkemampuan besar dan sangat disukai oleh masyarakat pun keluar secara tiba-tiba pada April lalu," tambahnya.
Shin Tae-yong kemudian menyinggung mantan pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, yang dinilainya telah melakukan kesalahan ketika timnas U-19 Indonesia sedang melakukan training camp (TC) di Thailand pada Januari lalu.
Saat itu, diceritakan oleh Shin Tae-yong, Indra Sjafri pulang lebih dulu dari TC tim Garuda Nusantara tanpa izin dari pelatih kepala.
Namun yang membuat Shin Tae-yong lebih heran, alih-alih diberi sanksi, Indra Sjafri kini justru ditunjuk sebagai Direktur Teknik PSSI.
"PSSI meminta merekomendasikan coach lokal (Indra Sjafri) dan saya terima saja. Akan tetapi, setelah selesai TC Thailand, coach lokal tersebut pulang saja tanpa izin," ujar Shin Tae-yong.
"Meeting hari esoknya saya ingin memaafkan jika dia mengaku kesalahanya, tetapi malah kelakuannya seolah-olah tidak salah apa-apa."
"Kemudian Ketua Umum PSSI, purnawirawan perwira tinggi Polri, memanggil saya untuk bertemu."
"Dua bulan kemudian, coach yang tadinya dikeluarkan menjadi berjabat sebagai Direktur Teknik (PSSI),” tandasnya.
Perubahan yang ditunjukkan oleh PSSI di pertengahan tahun 2020 membuat Shin Tae-yong merasa berang.
Mantan pelatih Seongnam Ilhwa Chunma itu menyebut bahwa PSSI seharusnya fokus pada persoalan sepak bola serta berusaha agar timnas Indonesia dapat lebih maju dan berprestasi.
.
.
.