Agribisnis Temiang Batam, Jadi Alternatif Hilangkan Penat Sambil Bercocok Tanam

Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam menyediakan paket eduwisata agribisnis yang sangat menarik. Cukup dengan tarif Rp 15 ribu per orang

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Poster tarif tiket masuk ke kawasan Agribisnis Temiang, Batam. Pengunjung cukup merogoh kocek sekitar Rp 15 ribu per orang per hari untuk menikmati agrowisata ini. Adapun aktivitas yang bisa diikuti, yakni bercocok tanam, hingga memberi makan ternak. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kawasan Sei Temiang di Batam, Kepri, bukan hanya wilayah yang identik dengan komplek pemakaman. Nyatanya, di lokasi yang dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam ini, masyarakat Kota Batam dapat melepas penat dengan bersantai di beberapa objek wisata.

Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam menyediakan paket eduwisata agribisnis yang sangat menarik. Paket agrowisata ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk belajar sambil bermain.

Pengunjung cukup merogoh kocek sekitar Rp 15 ribu per orang per hari untuk menikmati agrowisata ini. Adapun aktivitas yang bisa diikuti, yakni bercocok tanam, hingga memberi makan ternak.

Sedangkan bagi pengunjung berkelompok, ditetapkan tarif Rp 200 ribu per enam orang per hari. Tarif masuk kendaraan di kawasan wisata ini juga dibanderol Rp 5 ribu per motor (roda 2 dan 3), Rp 10 ribu untuk mobil sedan/SUV/MPV, Rp 15 ribu per mobil minibus, dan Rp 50 ribu per mobil bus umum.

Eduwisata ini juga dapat dinikmati per paket, yakni paket TK/PAUD sebesar Rp 20 ribu per paket, paket SD sebesar Rp 25 ribu per paket, paket SMP/SMA sebesar Rp 30 ribu per paket, dan paket edukasi bapak/ibu sebesar Rp 20 ribu per paket.

Paket TK/PAUD, pengunjung bisa mendapatkan tiket masuk, souvenir, dan 5 item materi edukasi. Selain itu, paket SD, SMP dan SMA mendapatkan tiket masuk, souvenir, dan 3 item materi edukasi.

Sedangkan paket edukasi bapak/ibu mendapatkan tiket masuk dan materi edukasi.

Bukan hanya agrowisata, Unit Usaha Hunian dan Agribisnis juga menyediakan sewa ruang usaha (bangunan) dengan tarif Rp 25 ribu per m²/bulan, dan sewa area embung dan perairan bertarif Rp 3 ribu per m²/tahun.

Kegiatan di area embung berupa wisata air tanpa peralatan motor air atau aktivitas lain yang dapat merusak ekosistem air.

Ada tiga fasilitas agribisnis yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha pertanian, peternakan dan perikanan. Untuk fasilitas pertanian, pelaku usaha dapat menyewa showcase produk dan barang pertanian dengan tarif Rp 2 ribu per m²/tahun, budidaya organik Rp 3 ribu per m²/tahun, budidaya hidroponik Rp 5 ribu per m²/tahun, dan budidaya aquaponik Rp 7 ribu per m²/tahun.

Selain itu, tanaman buah bibitan dibanderol dengan tarif Rp 250 ribu per tanaman, dan tanaman buah sedang Rp 350 ribu per tanaman. Kavling pasca panen ditetapkan tarif Rp 7,5 juta per kavling, showcase tanaman hias Rp 2 ribu per m²/tahun, dan budidaya tanaman hias Rp 2 ribu per m²/tahun.

Fasilitas agribisnis peternakan menyediakan sewa kandang sapi/kerbau dengan tarif Rp 15 juta per kandang/tahun, sewa tapak sapi/kambing/domba Rp 6,5 juta per tapak/tahun dengan minimal luas 300 m², bokasi Rp 75 ribu per karung, pupuk kandang biasa Rp 15 ribu per karung.

Terakhir, melalui fasilitas agribisnis perikanan, penyewa dapat menampilkan hasil perikanan (showcase) dengan tarif sewa Rp 3 ribu per m²/tahun, dan lahan budidaya perikanan Rp 2.750 per m²/tahun. (adv)

Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved