Bandara Changi Siapkan Area Khusus Untuk Penumpang yang Transit di Singapura, Ini Potretnya
Bandara Changi mulai buka pintu transit untuk penerbangan internasional jelang New Normal di Singapura. Persiapkan area khusu untuk penumpang transit.
TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Bandara Changi mulai membuka pintu transit untuk penerbangan internasional menjelang New Normal di Singapura.
Bahkan dibuatkan area khusus di Bandara Changi Singapura untuk para penumpang transit nantinya.
Lantas bagaimana suasana area khusus tersebut?
Melansir dari Straits Times, untuk saat ini hanya penerbangan internasional jaringan Singapore Airlines, seperti Silk Air dan Scoot yang diizinkan transit di Bandara Changi.
Dalam updatenya, penumpang dari Australia dan Selandia Baru yang menggunakan maskapai dari grup Singapore Airlines, dapat transit di Bandara Changi.
Bandara Changi sendiri telah menyiapkan area transit khusus di Terminal 1 dan 3 yakni Transit Holding Area (THA).

• UPDATE Corona Dunia Kamis (18/6): Tembus 8,3 Juta, Indonesia 41.431, Singapura 41.216
Di THA mereka akan diperiksa sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona yang berlaku.
Penumpang yang terbang melalui Changi akan dipandu ke terminal transit dan menjalani pemeriksaan, seperti pengecekan suhu tubuh, dan syarat lainnya.
kemudian, penumpang juga diharuskan untuk menggunakan masker dan menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya.
Staf bandara yang bekerja di area khusus tersebut juga harus menggunakan masker wajah, pelindung wajah, dan sarung tangan.
Jika sebelum pandemi, penumpang yang transit boleh berkeliling dan menikmati fasilitas bandara, sekarang mereka dilarang meninggalkan THA.
Meskipun demikian, THA didesain agar penumpang yang melakukan transit tetap nyaman karena dilengkapi dengan area bermain anak, hiburan dan kafe.
Di THA, penumpang juga dapat menikmati tempat duduk yang nyaman sambil menunggu penerbangan berikutnya.
Ada juga area tidur siang dan akses internet yang bisa diakses oleh penumpang transit.

Bagi mereka yang singgah lama, dapat memesan menginap di hotel transit, yang terletak di Terminal 1, dekat gerbang boarding D41.
Penumpang yang biasanya melakukan wisata belanja di Bandara Changi juga bisa tetap melakukannya, namun harus menggunakan layanan pesan antar oleh staff toko.
Dengan begitu, penumpang tidak perlu meninggalkan THA dan barang belanjaan pun akan di antar dengan aman.
Untuk penumpang premium maskapai penerbangan, disediakan ruang tunggu tertutup terpisah di THA dengan makanan dan minuman yang disajikan.
Namun hal ini tergantung pada kebijakan maskapai, penumpang yang memenuhi syarat juga dapat menggunakan lounge maskapai selama waktu transit mereka.
Singapura Akan Masuki Fase 2 Jelang New Normal, Ekonomi Mulai Pulih, Kasus Covid-19 Stabil
Singapura telah mengumumkan akan memasuki fase 2 menuju New Normal.
Fase 2 ini akan segera dimulai pada 19 Juni 2020 mendatang.
Sementara itu, Singapura memiliki jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 yang stabil dan perekonomiannya dikabarkan sudah mulai pulih.
Menteri Kesehatan Gan Kim Yong saat berbicara pada konferensi pers virtual Senin sore (15/6/2020) menyampaikan, angka kasus Covid-19 di Singapura sudah stabil.
“Angka infeksi komunal tetap stabil sejak fase 1 dimulai pada 2 Juni di mana semakin banyak warga yang kembali bekerja di kantor.
Jumlah kasus virus Corona di asrama pekerja asing juga menurun. Selain itu tidak ada klaster besar yang muncul,” tutur Gan.
Menteri berusia 61 tahun itu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara memulihkan roda perekonomian dan mengontrol angka infeksi Covid-19.
Apa yang diizinkan?
Pada fase 2 ini, hampir seluruh roda perekonomian dan kehidupan sosial di Singapura pulih.
Toko-toko ritel yang menutup usaha sejak lockdown parsial atau circuit breaker 7 April lalu dapat kembali membuka pintu menyambut pembeli.
Setelah 2,5 bulan harus membawa pulang makanannya, warga Negeri “Merlion” kini dapat kembali menyantap langsung hidangan di restoran, kafe, hawker, dan food court.
Perkumpulan sosial atau nongkrong diizinkan dengan jumlah maksimal 5 orang.
Aturan yang sama juga diterapkan untuk jumlah tamu yang berkunjung ke rumah.
Kelonggaran juga diberikan untuk pencinta olahraga. Stadion, kolam renang, gym, pusat kebugaran, dan sarana boling diizinkan untuk kembali beroperasi.
Taman, tempat bermain anak-anak, dan pantai akan dibuka untuk masyarakat umum.
Aturan jaga jarak minimal 1 meter tetap harus dipatuhi pada fase 2.
Masker harus tetap dipakai oleh warga yang keluar meninggalkan rumah, termasuk ketika bekerja di kantor.
Apa yang masih dilarang?
Tidak semua tempat umum diizinkan beroperasi kembali seperti biasanya.
Aktivitas di mana kerumunan masyarakat dalam jumlah besar berpotensi berkumpul tetap dilarang.
Tempat-tempat itu di antaranya adalah rumah ibadah, museum, perpustakaan, bar, kelab malam, pusat karaoke, bioskop, dan teater.
Singapura juga akan tetap melarang acara-acara berskala besar seperti konser, konferensi, eksibisi, dan pameran dagang.
Fase 2 jelang tatanan hidup baru diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan.
Kemudian pada fase 3, tempat-tempat yang masih belum dapat beroperasi pada fase 2 akan diberi izin.
Jumlah kasus Covid-19 di Singapura saat ini mencapai 40.818 yang menempatkannya di urutan ke-29 kasus terbanyak di dunia.
Namun angka kematian tetap salah satu yang terendah di dunia, dengan 26 korban meninggal atau 0.06 persen pasien yang meninggal.
Penyelenggara F1 Resmi Batalkan Grand Prix Singapura hingga Jepang, Dampak Wabah Covid-19
Berbagai kompetisi di dunia harus dibatalkan sebagai dampak dari penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Termasuk acara Grand Prix yang biasa digelar oleh Formula 1 (F1).
Penyelenggara F1 resmi membatalkan Grand Prix Singapura, Azerbaijan hingga Jepang.
Kepastian tersebut diketahui lewat pernyataan yang diunggah pada laman resmi F1, Jumat (12/6/2020).
Alasan dibatalkannya ketiga Grand Prix tersebut masih berkaitan dengan pandemi virus Corona yang tengah melanda dunia.
Dengan demikian, GP Azerbaijan, Singapura, dan Jepang tak akan masuk ke dalam kalender F1 musim ini.
"Sebagai dampak tantangan yang ditimbulkan oleh Covid-19, kami dan para promotor di Azerbaijan, Singapura dan Jepang telah memutuskan untuk membatalkan balapan di sana untuk musim 2020," demikian pernyataan resmi F1.
Selain itu, promotor GP Azerbaijan dan Singapura juga mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk membangun sirkuit di negara masing-masing.
Pasalnya, kedua negara tersebut menggelar balapan di sirkuit jalan raya.
"Di Singapura dan Azerbaijan, lamanya waktu membangun sirkuit jalan raya membuat pihak penyelenggara merasa tidak mungkin untuk menggelar balapan di tengah masa yang serba tidak pasti ini," kata perwakilan F1.
Adapun Jepang masih menerapkan pembatasan perjalan yang membuat seri balap di Sirkuit Suzuka tak memungkinkan untuk digelar.
Jepang juga telah membatalkan Grand Prix MotoGP yang seharusnya berlangsung di Sirkuit Motegi pada 18 Oktober 2020, satu minggu setelah seri balap F1 di Sirkuit Suzuka.
Sebelumnya, F1 juga membatalkan empat seri balap lainnya, yakni seri pembuka di Australia, Monako, Belanda, dan Perancis.
Namun, baru-baru ini mereka telah merilis revisi kalender balap Formula 1 musim 2020.
Dalam revisi tersebut diketahui bahwa GP Austria akan menjadi seri pembuka F1 musim 2020 yang telah tertunda lama karena pandemi Covid-19.
Setelah menggelar GP Austria pada awal Juli 2020, seri balap akan dilanjutkan di Hungaria, Inggris, Spanyol, Belgia, dan Italia.
(*)
• UPDATE Corona di ASEAN: Salip Singapura, Kasus Covid-19 Indonesia Tertinggi, Vietnam Terendah
• Lagi! Temasek Foundation Singapura Bantu Alat Kesehatan untuk Kepri
• Tiga Tersangka TPPO Terancam 15 Tahun Penjara, Polisi Koordinasi dengan Otoritas Singapura
Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Ada Area Khusus untuk Penumpang yang Transit di Bandara Changi, Begini Tampilannya.