BP Batam Tambah Volume Air Baku Melalui Hujan Buatan

Untuk pertama kalinya, wilayah Batam menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk mengisi cadangan air di Waduk Duriangkang

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Pertemuan Kepala BP Batam Muhammad Rudi dan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, guna melakukan koordinasi dan melihat perkembangan dari TMC yang sudah dilakukan selama sepekan terakhir, Kamis (18/6/2020) 

Riza berharap, Batam akan terus berupaya untuk mengelola lingkungan dengan baik.

“Harapan kami Kota Batam akan terus memperkuat upaya untuk mengelola lingkungan dengan lebih baik, khususnya dalam ketersedian air, dalam melakukan mitigasi terhadap potensi resiko bencana alam.

Tentunya BPPT sangat mendukung semua upaya ini karena pada akhirnya tugas BPPT melakukan pengkajian dan penerapan teknologi yang sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Dalam sepekan terakhir BP Batam dan BPPT melaksanakan penerapan teknologi modifikasi cuaca.

Tim BB TMC BPPT menggunakan pesawat Piper Cheyenne II dan untuk inisiasi di awan digunakan Flare Hygroskopic ICE Chrystal.

“Sejauh ini yang sudah kami lakukan sejak tanggal 11 Juni 2020, dengan menghitung intensitas curah hujan, kemudian kami crop dengan daerah tangkapan air (catchment area) waduk.

Terhitung hasilnya 32 juta meter kubik.

Jika dilihat dari TMA (titik mati atas) nya memang tidak terlalu terlihat, tetapi ada peningkatan sekitar 9 cm sejak pertama kali,” kata Budi Harsoyo, Koordinator Tim TMC BPPT.

Dalam pertemuan itu, turut hadir Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar dan Tim BB TMC BPPT. (adv)

Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved