JK Ungkap Alasan Pertamina Tak Turunkan Harga BBM Meski Harga Minyak Dunia Anjlok
Imbas anjloknya harga minyak dunia, pemerintah diminta untuk menurunkan harga bahan bakar minyak ( BBM).
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Harga minyak jenis WTI yang berada di bawah 0 dollar AS per barrel, menjadi bukti terpukulnya sektor energi oleh pandemi virus corona (Covid-19).
Pasalnya, banyak negara di dunia memutuskan untuk menerapkan lockdown guna menekan penyebaran Covid-19.
Hal tersebut kemudian berimbas terhadap melemahnya permintaan minyak mentah.
Imbas anjloknya harga minyak dunia, pemerintah diminta untuk menurunkan harga bahan bakar minyak ( BBM).
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, satu diantara dampak dari kondisi pandemi Covid-19 saat ini, adalah harga minyak dunia turun karena pemakaian berkurang.
JK menjelaskan, harga minyak sebelum pandemi di level 70 sampai 80 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, tapi sekarang anjlok ke 30-an dolar AS.
Menurut JK, hal tersebut juga merugikan bagi PT Pertamina sebagai pemasok BBM karena tidak bisa serta-merta menurunkan harga kendati minyak dunia di level rendah.
"Kalau harga BBM diturunkan, langsung Pertamina bangkrut karena Pertamina kan memberikan subsidi. Sekarang sudah turun, tapi penjualan juga turun," katanya.
Penurunan konsumsi BBM tersebut dinilanya karena masyarakat dilarang banyak berpergian saat pandemi, sehingga penggunaan kendaraan berkurang.
"Jadi, penjualan Pertamina turun 30 sampai 40 persen, akibatnya kalau harga BBM diturunkan, double dia kena. Sedangkan, ongkos operasional Pertamina tidak banyak turun, tapi harga bbm Pertamina tidak terlalu tinggi juga," pungkasnya.
Malaysia Turunkan Harga BBM
Dikutip dari Financial Times, Selasa (21/4/2020), harga minyak acuan WTI untuk pengiriman Mei 2020 sempat anjlok 250 persen ke level -40,32 dollar AS per barrel.
Ini merupakan kali pertama harga minyak acuan WTI berada di zona negatif.
Pada akhir perdagangan Senin, seperti dikutip dari Oilprice.com, harga emas hitam ini ditutup pada -37,63 dollar AS per barrel.
Tidak adanya lagi ruang penyimpanan di AS, mengakibatkan harga minyak terjun bebas di pasar global.
Harga minyak jenis WTI yang berada di bawah 0 dollar AS per barrel, menjadi bukti terpukulnya sektor energi oleh pandemi virus corona (Covid-19).
Pasalnya, banyak negara di dunia memutuskan untuk menerapkan lockdown guna menekan penyebaran Covid-19.
Hal tersebut kemudian berimbas terhadap melemahnya permintaan minyak mentah.
Imbas anjloknya harga minyak dunia, pemerintah diminta untuk menurunkan harga bahan bakar minyak ( BBM).
• Terburuk dalam Sejarah, Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah 0 Dollar AS
• Sejarah Hari Kartini 21 April, Serta Asal Mula Terbitnya Buku Habis Gelap Terbitlah Terang
• Erick Thohir Copot Mantan Kepala BP Batam dari Jabatan Komisaris Pelindo 1
Pasalnya, harga minyak mentah dunia terus melemah dan negara tetangga pun sudah merespons dengan menurunkan harga BBM.
Sebagai informasi harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Mei 2020 pada akhir perdagangan Senin (20/4/2020) ditutup pada minus 37,63 dollar AS per barrel.
Rekor terburuknya sepanjang sejarah Di Asia Tenggara, Malaysia adalah salah satu negara dengan harga BBM termurah.
Global Petrol Price mencatat, harga rata-rata BBM di Malaysia pada 2 Maret sebesar RM 2,08 per liter, seminggu kemudian turun menjadi RM 1,89 per liter.
Hampir setiap minggu BBM di Malaysia turun dan kini hanya RM 1,2 atau Rp 4.540,18 per liter.
Vietnam malah sudah menurunkan harga BBM sejak akhir Januari 2020.
Data Global Petrol Price pad 27 Januari 2020 menyebut rata-rata harga BBM di Vietnam sebesar VND 21.167,5 per liter atau Rp 14.265,38 per liter.
Lalu, hampir setiap dua minggu kemudian terjadi penurunan harga BBM.
Per 13 April 2020, rata-rata harga BBM di Vietnam VND 12.097,5 per liter atau Rp 8.152,85 per liter.
Di Indonesia, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menuturkan wewenang penurunan harga ada pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
"Penetapan harga BBM ini very regulated. Kami setiap bulan mengikuti formula yang ditetapkan Kementerian ESDM, ketetapannya ada di pemerintah," ujar Nicke dalam RDP Virtual dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (16/4/2020).
Sementara Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengatakan, meski belum diturunkan, harga BBM Indonesia masih murah.
"Saat ini harga BBM Indonesia masih merupakan salah satu yang termurah di Asia Tenggara dan beberapa negara di dunia lainnya," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2020).
Pemerintah menurut dia, masih mencermati perkembangan harga minyak dunia hingga kurs rupiah untuk melakukan penyesuaian dengan harga BBM. (Filemon Agung)
(*)
(Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul JK Sebut Pertamina Langsung Bangkrut jika Turunkan Harga BBM Saat Pandemi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/15102019_jusuf-kalla.jpg)