TRIBUN WIKI
Air Mata Buaya Tak Sekadar Kiasan, Ini Temuan Para Ahli
Ternyata buaya bisa mengeluarkan air mata. Mereka membunuh manusia dan memakannya sambil menangis. Namun hal ini bukan berarti buaya sedih.
TRIBUNBATAM.id - Ungkapan 'air mata buaya' mungkin tidak asing di telinga kita.
Kalimat tersebut lebih seperti kiasan untuk menggambarkan emosi dari seseorang yang mengeluarkan air mata palsu.
Faktanya, air mata buaya bukan hanya kiasan semata.
Pasalnya, hewan reptil ini rupanya betul-betul bisa menangis atau mengeluarkan air mata.
Buaya memiliki sisi tersembunyi yang jarang orang tahu.
Mereka bisa menangis ketika makan.
Fakta ini sebenarnya sudah diketahui sejak beberapa abad lalu.
Referensi paling awal tentang hal ini dimuat dalam buku terlaris abad ke-14 berjudul The Voyage and Travel karya Sir John Madeville.
Madeville mendeskripsikan buaya sebagai ular panjang yang suka berendam di air saat malam hari dan berada di tanah atau bersembunyi di gua saat siang.
"Mereka membunuh manusia dan memakannya sambil menangis," bunyi salah satu kutipan di dalam buku.
Buaya memang menangis atau setidaknya mengeluarkan air mata, ketika makan.
Namun hal ini bukan berarti buaya sedih atau memiliki sisi sensitif, tapi ada penjelasan fisiologi untuk fenomena ini.
Pada 2007, Science Daily melaporkan bahwa ahli zoologi Ken Vliet dan konsultan neurologi Dr. D. Malcolm Shaner melakukan pengamatan mendalam terhadap buaya saat makan.
Reptil besar itu mengeluarkan air mata berupa buih dan gelembung di sekitar mata mereka.
Vliet menyimpulkan, produksi air mata itu berasal dari desisan dan teriakan yang dibuat buaya ketika melahap mangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-buaya-terkam-orang.jpg)