Breaking News:

Ayah Tiri yang Bunuh 2 Anaknya Karena Minta Beli Es Krim Diteriaki Dajal Oleh Tetangga

Kedua anak tersebut berumur 10 dan 5 tahun agar segera dimakamkan setelah jasadnya dibawa dari RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim.

bocah-tewas
dua bocah tewas dibunuh ayah tirinya, pelaku marah karena sang anak terus menangis ketika meminta es krim 

TRIBUNBATAM.id, MEDAN - Ayah tiri yang membunuh dua anak tirinya dengan sadis ditangkap polisi.

Aksi keberingasan pelaku membuat warga yang tinggal disekitar rumahnya marah.

Tak heran, pelaku diteriaki Dajjal oleh warga sekitar.

Mayat Wanita di Pulau Pumpun Galang Kenakan Anting Emas, Ditemukan 2 Nelayan Hendak Menyuluh Udang

Sejarah Penemuan Cermin, Dulu Dikenal Dengan Benda Sakral

Khawatir Bawa Covid-19, Kodim 0317/TBK Perketat Jalur Ilegal Masuknya Pekerja Migran Indonesia

Warga sangat geram melihat pembunuh dua bocah di Medan yang tak lain adalah ayah tirinya.

Saat berada di sekitar lokasi, sejumlah warga teriakkan bahwa pelaku pembunuh kedua bocah tersebut adalah dajjal.

Kedua anak tersebut berumur 10 dan 5 tahun agar segera dimakamkan setelah jasadnya dibawa dari RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim.

Warga padati areal rumah duka di Jalan Brigjend Katamso, Gang Satria, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada Minggu (22/6/2020).

Melahirkan di Semak-semak, Seorang Wanita Diperiksa Polisi, Sebut Sudah Punya 3 Anak

Siapa Ria Saptarika? Spesialis Pemilihan DPD, Digadang-gadang Maju Pilgub Kepri

Penerimaan Calon Prajurit TNI AL, 11 Pemuda/Pemudi di Karimun Siap Daftarkan Diri

Lokasi rumah korban tampak dipadati oleh ratusan warga sekitar yang ikut merasakan kesedihan keluarga.

Tampak kedua jenazah telah dibaluti oleh kain sarung cokelat dan dibawa wargawarga dan dibawa ke rumah duka.

Pina (52), seorang warga yang mengerumuni lokasi rumah duka, berteriak supaya pelaku dihukum mati. Dia itu terlalu sadis, anak itu sudah dianggap menjadi anak sendiri.

"Lebih baik dihukum mati aja, sebab terlalu sadis caranya itu. Masa anak-anak dibunuh, apa salahnya, masa gara-gara minta es krim," ujarnya saat disambangi di lokasi pada Senin (22/6/2020).

Halaman
12
Editor: Eko Setiawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved