Bursa Asia Turun Awal Pekan, Investor Pantau Situasi Hong Kong

Bursa Asia cenderung turun pada awal perdagangan pekan ini. Hal ini disebabkan investor cenderung mengamati situsasi Hong Kong.

KOMPAS.COM
Ilustrasi. Bursa saham asia turun akibat investor pantau Hong Kong. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA -  Bursa Asia cenderung turun pada awal perdagangan pekan ini. Senin (22/6) pukul 8.19 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,32% ke 22.406.

Hal ini disebabkan investor cenderung mengamati situsasi Hong Kong.

Indeks Kospi melemah 0,13% ke 2.138. Straits Times turun 0,18% ke 2.630. Sedangkan FTSE Malaysia turun 0,22% ke 1.503.

Yoshinori Shigemi, global strategist JPMorgan Asset Management mengatakan bahwa tema pasar saham adalah gelombang kedua virus corona.

"Kenaikan infeksi di sejumlah negara bagian Amerika Serikat (AS) cukup besar untuk disebut sebagai gelombang kedua," kata Shigemi kepada Reuters.

Perusahaan Raksasa Taiwan Pegatron Corporation Beli 10 Persen Saham PT Sat Nusapersada Tbk Batam

Dia menambahkan bahwa keputusan untuk lockdown kembali atau tidak akan tergantung pada wilayah masing-masing.

"Hal ini akan menjadi keputusan sulit bagi para politisi. Tapi, mungkin tidak ada pilihan lain jika kapasitas rumahsakit menipis,"  kata dia.

Kemarin, World Health Organization (WHO) melaporkan kenaikan kasus corona baru terbesar secara global. Kasus baru paling banyak berasal dari benua Amerika.

Di Asia, investor mencermati perkembangan Hong Kong setelah detail undang-undang keamanan nasional yang baru menunjukkan bahwa China akan mempertegas penegakan.

National People's Congress Standing Committee, badan legislasi tertinggi China akan bertemu pada 28 Juni.

Global Times melaporkan bahwa pada saat itu kemungkinan China akan menetapkan dimulainya aturan terhadap Hong Kong mulai 1 Juli.

Sumber: Kontan

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved