Kadin Kepri Siapkan Lahan 30 Hektare, Investor Digratiskan Sewa Lahan Selama Lima Tahun

Kadin menawarkan sewa lahan gratis selama lima tahun kepada investor yang akan merealokasikan perusahaannya ke Batam, Bintan, dan Karimun.

TRIBUNBATAM.ID/REBEKHA
Suasana saat kegiatan Musyawarah Kota Kadin Batam, Rabu (24/6/2020) di Gedung Graha Kadin di Batam Center. Ketua Kadin Kepri, Ahmad Ma'ruf Maulana menyinggung soal program BBK Murah 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri menyediakan lahan seluas 30 hektare untuk merangkul investor asing untuk berinvestasi di Kepri melalui program Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) Murah.

Ketua Umum Kadin Kepri, Akhmad Ma'ruf Maulana berharap program BBK Murah tersebut, diterima dengan baik oleh pemerintah kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Kepri. Agar dapat bersama-sama memfokuskan langkah dengan Kadin agar perekonomian bisa segera pulih kembali.

"Saya meminta kepada para pemerintah daerah untuk bersama-sama mencari kira-kira apa yang menjadi penghambat serta mencari konsep tepatnya seperti apa sehingga ditemukannya kepastian mengenai berinvestasi di Kota Batam seperti apa," ujarnya dalam musyawarah kota yang ditaja Kadin Kota Batam dan Pemko Batam, Rabu (24/6).

Program BBK Murah tersebut diluncurkan dengan harapan investor asing tidak kabur dari kota Batam diakibatkan takut untuk mengambil resiko karena terdampak oleh pandemi virus Corona (Covid-19).

Di dalam program tersebut, Kadin menawarkan sewa lahan gratis selama lima tahun kepada investor yang akan merealokasikan perusahaannya ke Batam, Bintan, dan Karimun. Lahan tersebut berada di kawasan Kabil dan dua sampai lima hektar berada di Sei Lekop.

Penggratisan sewa lahan tersebut merupakan jawaban atas kesulitan investor dalam mencari lahan untuk pembangunan industri.

Akhmad Ma'ruf Maulana juga menegaskan bahwa penyediaan sewa lahan gratis ini merupakan bentuk komitmen Kadin Kepri untuk menarik investor sebanyak-banyaknya.

Salah satu tokoh pengusaha, Johanes Kennedy Aritonang mengatakan pemulihan ekonomi harus cepat direalisasikan dan dicarikan solusinya oleh pemerintah agar semua keiistimewaan kota Batam satu persatu tidak hilang, dan tetap bisa bersaing.

‘’Sehingga program BBK Murah ini tak hanya menjadi fenomena saja melainkan dapat membenahi Kota Batam yang terdampak Covid-19 secara nyata," ujarnya.

Menanggapi program Kadin tersebut, Wakil Walikota Batam H. Amsakar Achmad S.Sos, M.Si menyambut baik dan menyampaikan bahwa dalam merealisasikan program tersebut perlu adanya sinergitas antar stakeholder.

"Kita selama ini juga berupaya meninjau lahan-lahan strategis. Tentunya dalam menanggulangi sektor-sektor yang terdampak pandemi virus Corona juga membutuhkan kedisiplinan untuk menjalankan seluruh protokol kesehatan guna untuk mempercepat pemutusan rantai kasus virus Corona. Karena dengan menjaga kesehatan, dapat membantu menggerakkan perekonomian kota Batam," jelasnya. (*)

Penulis: Rebekha Ashari Diana Putri
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved