ADVERTORIAL

Kepala BP Batam Dorong Percepatan Industri di Kota Batam, Genjot Industri 4.0

Sebagai Kawasan Strategis Nasional, Kota Batam dibangun oleh Pemerintah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada investasi.

TribunBatam.id/Istimewa/Dokumentasi BP Batam
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mendorong percepatan industri yang mengarah pada industri hi-tech di Kota Batam, Provinsi Kepri. 

Genjot Industri 4.0, Kepala BP Batam Prioritaskan Industri Bernilai Tambah

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mendorong percepatan industri yang mengarah pada industri hi-tech di Kota Batam.

Menurut survei primer yang telah dilakukan BP Batam, sebanyak 25% industri di Batam termasuk kategori High-Tech-Menengah dan 74% industri dengan kategori Menengah-Rendah.

Angka ini masih kecil, dan perlu ditingkatkan bersama dengan cara menstimulan industri yang bernilai tambah.

“Beberapa industri di Batam telah menerapkan konsep industri 4.0 di antaranya, PT Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB), PT Ciba Vision Batam, PT Infineon Technologies Batam, PT Epson Batam, dan lainnya,” ujar Muhammad Rudi dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Rabu (24/6/2020).

Meski aplikasi industri 4.0 belum diterapkan seluruh pelaku usaha di Batam, namun pada 2019 lalu, SEMB yang telah mengimplementasikan industri 4.0 secara penuh berhasil dinobatkan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai percontohan industri 4.0 di dalam negeri dan internasional.

“Kami akui, penerapan industri 4.0 belum menyeluruh. Menyangkut persoalan tenaga kerja yang belum mumpuni dan Batam masih didominasi perusahaan padat karya. Meski begitu, SEMB berhasil menjadi salah satu contoh terbaik untuk industri 4.0. Kami tentu turut berbangga hati, dan berharap hal tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan lainnya untuk melakukan hal
yang sama,” ungkap Muhammad Rudi.

Sebagai Kawasan Strategis Nasional, Kota Batam dibangun oleh Pemerintah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional, dengan menitikberatkan pada sektor investasi, guna mempercepat pembangunan ekonomi kawasan perbatasan dan percepatan pembangunan
daerah.

Dengan status Free Trade Zone yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007, Batam telah menjadi lokasi ideal bagi industri pengolahan yang memproduksi barang, komponen, maupun pengemasan barang impor dari daerah pabean Indonesia lainnya.

Meski pada 2019, BPS mencatat angka pertumbuhan ekonomi Batam berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya akan terus mendorong industri-industri yang memiliki nilai tambah, seperti industri jasa dan manufaktur.

Puluhan Karyawan BP Batam Ramaikan Acara Tur d’Bintan 2020, Bersepeda dengan Jarak Tempuh 70 Km

BP Batam Adds the Volume of Raw Water Through Artificial Rain

Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya dan dukungan pemerintah atas pertumbuhan industri 4.0 di Kota Batam.

“BP Batam, ke depan akan fokus pada investasi pada industri yang bernilai tambah, terutama di sektor jasa dan manufaktur. Ini yang akan kami prioritaskan,” kata Muhammad Rudi. (adv)

Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved