Rabu, 27 Mei 2026

BATAM TERKINI

Sempat Ragu, Warga Batam ini Apresiasi Respon Cepat bright PLN Batam

Ia mengatakan, permohonan pemindahan meteran listrik dilakukan karena lokasi meteran yang terlalu dekat dengan pintu.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id/Leo Halawa
Petugas bright PLN Batam melayani pergeseran unit meteran milik pelanggan. Pelanggan mengaku puas atas tindakan cepat bright PLN Batam, Kamis (25/6/2020) siang. TRIBUN BATAM / LEO HALAWA 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Batam mengapresiasi respon cepat bright PLN Batam. Itu setelah ada seorang warga, Agnes yang memohon untuk menggeser meteran listrik yang dipasang di rumahnya.

Kurang dari 40 menit, petugas bright PLN pun datang ke rumah yang berlokasi di Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepri itu.

"Jujur, awalnya saya ragu akan pelayanan itu. Tapi setelah saya konfirm, ternyata kurang dari 30 menit petugas sudah datang ke lokasi. Kami sangat mengapresiasi pelayanan prima ini," kata Agnes Kamis (25/6/2020) siang.

Ia mengatakan, permohonan pemindahan meteran listrik dilakukan karena lokasi meteran yang terlalu dekat dengan pintu.

Agnes mengajukan permohonan kepada bright PLN Batam agar kondisi meteran listrik dapat dinaikkan sekitar 30 cm dari lokasi awal.

Sebab, rumah barunya itu mau dipasang terali besi sebagai pengaman dimalam maupun siang hari.

"Karena kalau tidak dipindahkan ke atas terganggu teralis. Awalnya saya bingung dan ragu. Tapi setelah saya coba hubungi petugas bright PLN Batam, tanpa basa-basi langsung dikerjakan. Ini mungkin hal-hal kecil ya bang, tapi bagi saya adalah sesuatu hal yang luar biasa," tutur Agnes.

Sementara itu, petugas bright PLN Batam, Endi yang melayani tidak berkomentar banyak soal itu.

Ia mengatakan, hanya mentaati aturan kantor. Bahwa, setiap keluhan pelanggan PLN wajib ditanggapi secepat mungkin.

"Karena itu adalah bagian tugas. Jadi pelayanan kami secepatnya kami tanggapi sesuai perintah kantor besar," tuturnya.

Pasokan Listrik Kota Batam

Kondisi listrik Kota Batam menjadi hal yang dibahas dalam Tribun Podcast.

Menghadirkan Direktur Utama bright PLN Batam, Budi Pangestu, ia menjawab pertanyaan yang ramai di media sosial tentang kapasitas pembangkit listrik di Batam yang tidak memadai dibandingkan dengan kebutuhan listrik rumah tangga dan industri.

BREAKING NEWS, Tribun Podcast Kamis (25/6) Bahas Heboh Hujan Buatan di Batam

Diduga Kontak dengan Pasien 06 Positif Covid-19, Petugas Hotel di Karimun Bakal Dites PCR

Terkait hal ini, Budi meminta warga Batam agar tetap tenang.

Ia mengklaim pasokan listrik di Kota Batam justru sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri saat ini.

Bahkan, kapasitas pembangkit listrik untuk PLN masih menyimpan cadangan mencapai 30 persen. Angka ini dinilai cukup optimal.

"Insya Allah untuk hitungan Kota Batam, kapasitas pembangkit dibandingkan kebutuhan rumah tangga, kita masih punya cadangan," ujar Budi.

Kapasitas pembangkit listrik ini juga memadai untuk menyalurkan listrik ke sebagian daerah di Kabupaten Bintan.

Untuk kegiatan kelistrikan, PLN Batam sudah memiliki proyeksi hingga lima tahun ke depan.

Menurut Budi, penyebab matinya listrik akhir-akhir ini di Kota Batam tak lain adalah gangguan cuaca.

Sistem kelistrikan Batam dan Bintan sempat terganggu oleh sebab sambaran petir di musim penghujan ini.

"Kemarin karena ada sambaran petir, Batam itu kan curah hujannya cukup tinggi, potensi petirnya juga besar," tambah Budi.

Tetapi secara keseluruhan, Budi menganggap kondisi kelistrikan di Kota Batam sudah cukup baik.

Ungkap Listrik di Batuaji Sering Byarpet

Direktur Utama bright PLN Batam, Budi Pangestu menjawab pertanyaan seorang warga Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Dalam Tribun Podcast, warga itu menanyakan tentang kondisi listrik yang sering padam di kawasan wilayah Batuaji.

Warga itu mengeluhkan listrik di wilayah Batuaji relatif lebih sering mengalami kendala dibandingkan dengan kawasan Batam Centre.

Budi Pangestu segera menjawab, hal ini dipengaruhi oleh tata letak kabel-kabel pengalir arus listrik yang dipasang dengan cara berbeda antara kawasan Batam Centre dan Batuaji.

"Kalau di Batam Centre kan kabel-kabel listriknya sebagian besar sudah ditanam di dalam tanah, sehingga relatif tidak banyak kendala yang mengganggu aliran listrik," terang Budi, Selasa (23/6/2020).

Sementara itu, di kawasan Batuaji, kabel-kabel listrik kebanyakan masih dipasang menggantung pada tiang-tiang listrik.

Ini berakibat pada kendala gangguan listrik oleh berbagai faktor kerap terjadi.

"Kebanyakan gangguan arus listrik dari kabel-kabel yang menggantung itu disebabkan oleh vegetasi, atau pohon-pohon yang bersinggungan dengan kabel," ujar Budi.

Bagi Tips Pemakaian Listrik

Bright PLN Batam meminta pelanggan untuk lebih hemat dalam pemakaian listrik rumah tangga.

Ini menurutnya penting agar terhindar dari tagihan listrik membengkak.

Namun, ada sebagian warga yang masih bingung tentang bagaimana menghitung serta mengendalikan angka pemakaian listrik setiap harinya.

Direktur Utama Bright PLN Batam, Budi Pangestu punya jawabannya. Dalam Tribun Podcast, pelanggan dapat mengendalikan pemakaian listrik dengan terlebih dahulu mengetahui berapa angka kWh yang dibutuhkan dalam pemakaian listrik seharian penuh.

"Caranya, anda bangun pagi-pagi, lalu lihat meteran listrik, berapa angkanya," jawab Budi, Selasa (23/6/2020).

Setelah itu, keesokan harinya, pelanggan cek lagi angka meter terakhir, kemudian temukan selisih dari angka meter hari kemarin dan hari ini.

Misalnya, selisih angka meternya adalah 5 kWh, maka tinggal dikalikan dengan tarif rata-rata listrik Rp 1.500 per kWh, sehingga dihasilkan jumlah Rp 7.500.

Maka bisa dikatakan, pelanggan mendapat tagihan listrik rata-rata Rp 7.500 per hari.

Guna menekan angka tagihan ini, pelanggan dapat mengurangi penggunaan alat elektronik yang membutuhkan listrik atau mengoperasikannya secara efisien.

"Contohnya, televisi kalau tidak ditonton ya lebih baik dimatikan, atau menghidupkan AC. Lebih baik sekali waktu saja, dan tak kurang dari suhu ideal 25 derajat celcius," tambah Budi.(TribunBatam.id/Leo Halawa/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved