ASET BP BATAM

BUP BP Batam Kembangkan Fasilitas Ship to Ship, Tingkatkan Pendapatan Negara

Penyediaan fasilitas pemanduan ini dirasa cukup potensial menjadi sumber pendapatan. Mengingat strategisnya letak perairan Kota Batam.

Istimewa
Pelabuhan Batuampar Kota Batam, Provinsi Kepri. Badan Usaha Pelabuhan BP Batam mengembangkan fasilitas transfer Ship to Ship (STS) untuk meningkatkan pendapatan negara yang belum tergarap. Foto ilustrasi. 

Pelaksanaan Ship to Ship di Pelabuhan Batu Ampar Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam kian mengembangkan fasilitas transfer Ship to Ship (STS), sejak dimulai pada awal Maret 2020 lalu.

STS adalah kegiatan bongkar dan transfer muatan antar dua kapal yang diposisikan berdekatan.

Fasilitas ini dapat berpotensi meningkatkan pendapatan negara yang selama ini belum tergarap.

Saat ini, sudah ada dua kapal besar berjenis Motor Tanker (MT) dengan kapasitas Gross Tonnage (GT) berbeda, yakni 80 ribu ton dan 60 ribu ton yang melakukan STS di perairan Kota Batam.

Adapun pemasukan yang dapat diperoleh dari penerapan STS ini berupa, tarif bongkar muat dari kapal induk ke kapal anak dan sebaliknya, serta biaya labuh yang dibebankan per kapal.

BUP BP Batam Sambut Era Normal Baru, Berikut Protokol Kesehatan di Pelabuhan Batam

Kepala BP Batam Dorong Percepatan Industri di Kota Batam, Genjot Industri 4.0

"Dalam kegiatan ini, BP Batam melalui BUP dapat meraup penerimaan negara dalam bentuk biaya labuh dan sharing untuk throughout atau kegiatan bongkar muat," ungkap Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Nelson Idris dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Jumat (26/6/2020).

Bersamaan dengan kegiatan STS ini, BUP BP Batam juga melihat adanya potensi pemasukan yang lebih besar lagi dari kegiatan pemanduan kapal.

Apabila dihitung, penghasilan dari jasa pemanduan (TSS) bisa mencapai tiga kali lipat dibanding sumber pemasukan lainnya.

Mengingat strategisnya letak perairan Batam yang lebih kurang dilalui 72 ribu kapal tiap bulannya, penyediaan fasilitas pemanduan ini dirasa cukup potensial menjadi sumber pendapatan.

"Pemanduan ini luar biasa penghasilannya. Satu kapal yang lewat di sini dari selat Singapura ke selat Malaka itu, kita bisa memperoleh pendapatan mulai dari USD 6 ribu sampai USD 12 ribu," tambah Nelson.

Saat ini, BUP BP Batam masih melakukan kajian terhadap hal ini. Upaya-upaya dalam memaksimalkan potensi sekitar 1000 hektare laut di perairan Batu Ampar juga terus dilaksanakan guna mendatangkan Pendapatan Negara.(adv)

Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved