Pria Dianjurkan Jangan berlebihan Bersepeda, Bisa Ganggu Produksi Sperma dan Picu Kanker Testis

Olahraga bersepeda kini sedang digandrungi di tengah masa pandemi covid-19, karena bisa olahraga ke luar rumah dan tidak perlu bersentuhan dengan oran

FREEPIK.COM
Ilustrasi Bersepeda 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA -- Saat ini masyarakat Indonesia seolah mempunyai candu baru.

Candu baru tersebut adalah bersepeda atau dikenal dengan Gowes.

Olahraga bersepeda kini sedang digandrungi di tengah masa pandemi covid-19, karena bisa olahraga ke luar rumah dan tidak perlu bersentuhan dengan orang lain.

Mudah Ejakulasi Dini Membuat Pria Dipandang Sebelah Mata, Pahami Faktor dan Penyebabnya

Lurah Bintan Dicueki Penambang Ilegal, Minta Bantuan Satpol PP dan Kepolisian

Kepri Bentuk Kampung Tangguh, Gubernur Minta Warga Bangkit di New Normal

Bersepeda pun banyak manfaat untuk kesehatan seperti memperkuat otot-otot tulang kaki dan keseluruhan badan jadi ikut aktif bergerak.

Medical Sexologies dr. Binsar Martin Sinaga FIAS menjelaskan kalau bersepeda berlebihan apalagi memakai celana ketat akan menekan bagian testis.

Warga bersepeda melintasi jalur sepeda yang telah dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga sekarang masih meniadakan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) saat akhir pekan di Jakarta. Namun, Pemprov DKI menyiapkan satu jalur khusus untuk sepeda di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin di Jakarta Pusat yang mulai dibuka pada Minggu ini. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga bersepeda melintasi jalur sepeda yang telah dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga sekarang masih meniadakan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) saat akhir pekan di Jakarta. Namun, Pemprov DKI menyiapkan satu jalur khusus untuk sepeda di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin di Jakarta Pusat yang mulai dibuka pada Minggu ini. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

"Main sepeda sebenarnya tidak membuat perut lemah atau gangguan metabolisme tubuh tetapi yang sering dalam ilmu kedokteran apalagi pakai celana ketat dan sepedanya lama terjadi penekanan pada penis," kata dr. Binsar saat live talkshow bersama Tribunnews.com, Kamis (25/6/2020).

Kalau testis tertekan lama maka akan mengganggu sistem sirkulasi jaringan di dalam testis. Sirkulasi yang terganggu pada testis ini berbahaya karena testis merupakan pabrik sperma dan hormon testoron bagi pria sehingga bahayanya akan menimbulkan kemandulan.

"Gangguan sirkulasi di testis bisa mengakibatkan infertilitas, kita tahu bahwa testis itu adalah pabrik sperma dan pabrik hormon testoteron kalau sirkulasi rusak akibatnya steril atau bisa mandul pria tersebut," ungkap dr. Binsar.

Lewat Tribun Podcast, Rian Ernest Ungkap Alasannya Ikut Pilwako Batam

Mahasiswa Jogja Tembak Mantan Kekasihnya Karena Cemburu Lihat Dia Jalan Dengan Kekasih Baru

Seleb TikTok Siya Kakkar Tewas Bunuh Diri, Padahal Masih 16 Tahun dan Sedang Naik Daun

Selain kemandulan, dr. Binsar juga mengungkapkan hormon testosteron yang terganggu karena berlebihan bersepeda bisa memicu timbulnya tumor penyebab kanker testis.

"Hormon berkurang selain mandul maka akan mengalami problem seksual yang sering terjadi adalah trauma di testis terjadinya pertumbuhan berlebih dalam hal ini tumor," kata dr. Binsar.

"Insiden kanker testis yang sering bersepeda itu cukup tinggi. Harus waspada bagi para pria seminghu sekali gakpapa," pungkas dr. Binsar.
--

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bahaya Bersepeda Belebihan Pada Pria, Bisa Ganggu Produksi Sperma dan Picu Kanker Testis

Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved