Terpaksa Mengungsi, Rumah Warga di Desa Serat Siantan Timur Rusak Dihantam Angin Kencang
Kepala BPBD Anambas, Islam Malik mengatakan, pihaknya sudah mengambil tindakan atas musibah yang terjadi dengan keluarga Abdul Hakim.
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Angin kencang yang terjadi di Kepulauan Anambas, tepatnya di Desa Serat, Kecamatan Siantan Timur, Jumat (26/6/2020) lalu merusak rumah seorang warga, Abdul Hakim.
Rumah warga ini mengalami rusak di bagian atap.
Syukurnya, tak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi sekira pukul 7.30 Wib, Jumat itu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Anambas, Islam Malik mengatakan, pihaknya sudah mengambil tindakan atas musibah yang terjadi dengan keluarga Abdul Hakim.
"Saat ini mereka mengungsi di rumah keluarga terdekatnya. Kami kemarin sudah turun dan sudah kami berikan sembako, makanan siap saji dan buah-buahan," ucap Islam, melalui sambungan telepon, Minggu (28/6/2020).
Ia menambahkan, kerusakan rumah warga itu cukup berat.
Untuk kerusakan tersebut Pemerintah Daerah melaui BPBD akan membantu perbaikan atap rumah yang diterjang angin kencang tersebut.
Saat ini pihak BPBD belum mengetahui pasti berapa kerugian yang ditaksir akibat kerusakan yang dialami oleh Abdul Hakim.
"Cukup berat, atapnya terangkat. Nanti Pemerintah Daerah melaui BPBD akan melakukan verifikasi kerusakan kemudian nanti dinilai data kerugian. Saat ini kami sedang mengumpulkan data, untuk kerugian berapa besarannya mereka yang buat, jadi nanti mereka serah proposal ke kita setelah itu kita verifikasi," ucapnya.
Angin Puting Beliung di Tarempa
Angin puting beliung sontak menjadi perbincangan warga Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.
Angin berputar itu berada di atas laut tepat di depan perairan Tarempa. Beberapa warga yang melintas di jalan Selayang Pandang (SP), mencoba mengabadikan fenomena alam tersebut hingga viral.
Mereka yang sedang duduk di warung makan yang tidak jauh dari lokasi langsung mengambil handphone dan segera merekam momen langka tersebut.
Angin puting beliung seperti yang divideokan oleh salah satu warga dengan durasi 1 menit itu memperlihatkan pusaran angin ditengah laut yang berjalan berputar-putar.
Cuaca di lokasi pun saat ini cukup mendung, langit terlihat gelap dan berkabut.
"Iya itu tak jauh dari jalan Selayang Pandang anginnya, biasanya tergantung kemunculan juga angin ini," ucap seorang warga, Rizal, Rabu (17/6/2020).
• Angka Kesembuhan Pasien Corona Meningkat, 3 Kecamatan di Batam Berubah Status Zona Kuning Covid-19
• Kadinkes Batam Sebut Kluster Pasar Tos 3000 Tak Tambah Pasien Baru Corona, Covid-19 Mulai Jinak?
Tampak juga di rekaman video pusaran angin di atas langit yang berputar-putar, sementara di permukaan laut air laut juga ikut membentuk lingkaran mengikuti pusaran yang ada di langit.
Saat itu, tidak ada aktivitas di sekiatar perairan saat angin puting beliung tersebut muncul.
Potensi Bencana Alam di Anambas
Bencana angin puting beliung terjadi di tiga kecamatan Kabupaten Kepulauan Anambas selama 2016 sampai 2019.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat, Desa Putik, Payamaram serta Desa Ladan di Pulau Matak pernah terjadi angin puting beliung.
Dimana Desa Putik sebanyak 2 kali serta Desa Payamaram dan Desa Ladan masing-masing satu kali.
Selain itu, angin puting beliung tercatat pernah terjadi di Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah sebanyak 1 kali, serta di Kecamatan Siantan Timur masing-masing di Desa Nyamuk sebanyak 1 kali, serta Desa Munjan sebanyak 2 kali.
"Data yang kami himpun juga mencatat, ada 3 kejadian ambruknya rumah akibat abrasi di 3 kecamatan selama tahun 2017. Dampak dari kejadian itu, rumah warga rusak akibat puting beliung ada 19 unit. Alhamdulillah saat kejadian tidak ada korban jiwa," ujar Kepala BPBD Kepulauan Anambas, Islam Malik, AMK, Kamis (12/3/2020).
Selain kejadian puting beliung, ada juga kejadian kebakaran permukiman rumah warga sebanyak 25 unit tercatat dari tahun 2016 sampai 2019.
Ia mengungkapkan, yang menjadi persoalan di Kabupaten Kepulauan Anambas yakni ketersediaan air bersih saat memasuki musim kemarau akibat terbatasnya persediaan air bersih.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya daerah resapan air di Anambas. Kondisi ini selalu terjadi setiap tahunnya terutama pada musim panas.
Saat musim hujan biasanya Kecamatan Jemaja timur terendam banjir karena hujan yang tinggi, ada dua desa yang terkena banjir yaitu Desa Ulu Maras dan Desa Bukit Padi.
Akibat banjir ini ada 9 rumah yang terendam air dengan total masyarakat sebanyak 32 jiwa.
Akibat dari bencana yang berpotensi terjadi setiao tahun, maka dibentuklah BPBD yang akan menanggulangi bencana daerah.
Namun ada beberapa kendala dalam penanggulangan bencana seperti kondisi geografis yang memisahkan pulau - pulau dari ibu kota kabupaten, terbatasnya gudang logistik dan buffer stock logistik, kondisi cuaca buruk, tida tersedianya alat komunikasi seperti radio, terbatasnya jumlah tenaga terampil, dan terbatasnya peralatan dan kendaraan penanggulangan.
Maka dari itu perlu meningkatkan peran relawan dalam kegiatan penanggulangan.
Rusak Rumah Penduduk
Angin puting beliung dan ombak besar menjadi bencana alam yang paling banyak merusak rumah penduduk.
Data dari Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah (Bakesbangpol dan PBD) Kabupaten Kepulauan Anambas per Juli 2019, ada 4 rumah yang rusak terkena amukan alam ini.
Tidak hanya itu, potensi tanah longsor dan kebakaran juga rawan terjadi di Anambas.
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, SH menghadiri rapat koordinasi Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Sentul International Convention Center (SICC), Selasa (4/2/2020).
Rapat koordinasi tersebut diikuti seluruh Bupati dan Walikota se-Indonesia, Gubernur se-Indonesia, BPBD se-Indonesia, PMI, Basarnas, Pramuka, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) serta TNI Polri.
Acara itu dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Dalam sambutannya Jokowi menyampaikan pesan kepada seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Indonesia untuk menyusun rencana secara kontijensi.
"Saya harap seluruh BPBD se-Indonesia menyusun rencana secara kontijensi, membuat tata ruang berbasis bencana, melakukan pendekatan kolaboratif (pentahelix) bersama masyarakat dan stakeholder," pesannya pada penyampaian pidato kepada seluruh tamu yang hadir.
Peningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan bersinergisitas baik itu di TNI Polri, pusat maupun daerah, menurutnya menjadi hal yang tidak kalah penting dalam meminimalisir dampak korban terkait potensi bencana alam di daerah masing-masing.(TribunBatam.id/Rahma Tika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/rumah-warga-desa-serat-rusak-dihantam-angin-kencang.jpg)