Corona Belum Berakhir, Peneliti China Temukan Virus Flu Babi Jenis Baru, Diberi Nama G4

Temuan flu babi jenis baru diungkap dalam sebuah peneliaitan yang diterbitkan jurnal sains PNAS ( Proceedings of the National Academy of Sciences )

dok tribunbatam.id
ilustrasi. Babi di peternakan. Saat ini peneliti menemukan virus flu babi jenis baru di China yang diberi nama G4 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Wabah virus corona atau covid-19 belum sepenuhnya berakhir di China, namun harus menghadapi ancaman wabah baru, flu babi jenis baru.

Wabah flu babi jenis baru yang ditemukan peneliti di China ini bahkan berpotensi meluas menjadi pandemi.

Temuan flu babi jenis baru yang diungkap dalam sebuah peneliaitan yang diterbitkan jurnal sains PNAS ( Proceedings of the National Academy of Sciences ) di Amerika Serikat ( AS ) Senin (29/6/2020).

Kumpulan Ucapan Hari Bhayangkara ke 74, 1 Juli 2020, Cocok Jadi Status Facebook, Twitter, Instagram

Jadwal Liga Inggris Malam Ini Brighton vs Man United, Peluang Setan Merah Kembali ke Peringkat 6

Jadwal Liga Spanyol Malam Ini Barcelona vs Atletico Madrid, Kamis Real Madrid vs Getafe

Dikutip dari Kompas.com, melansir AFP, virus yang dinamai G4 ini secara genetik adalah turunan strain H1N1 yang pernah menjadi penyebab pandemi pada 2009.

"semua syarat penting untuk bermutasi dan menginfeksi manusia," kata para penulis yang terdiri dari ilmuwan di sejumlah universitas China serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

Dari 2011-2018, para peneliti dari China Agricultural University (CAU) mengambil 30.000 tes swab hidung dari babi-babi di rumah jagal 10 provinsi China, termasuk di rumah sakit hewan.

Tes massal itu berhasil mengumpulkan 179 jenis flu babi. Mayoritas adalah jenis baru yang sudah dominan berada di babi-babi sejak 2016.

Para peneliti kemudian melakukan berbagai percobaan termasuk pada ferret, sejenis musang yang banyak digunakan dalam studi flu.

Ferret dipakai lantaran memiliki gejala flu yang mirip manusisa, seperti demam, batuk, dan bersin.

AFP mewartakan, virus G4 sangat menular, bereplikasi dalam sel manusia, dan menyebabkan gejala yang lebih serius pada ferret dibandingkan virus-virus lainnya.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved