BATAM TERKINI

DKPP Sidangkan Anggota KPU dan Bawaslu Batam, 7 Komisioner Sanggah Balon Wali Kota Zukriansyah

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), periksa tujuh penyelenggara pemilu Kota Batam dalam sidang pemeriksaan perkara pemilu.

ist
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa tujuh penyelenggara pemilu Kota Batam, Selasa (30/6/2020) pukul 10.00 WIB 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), periksa tujuh penyelenggara pemilu Kota Batam dalam sidang pemeriksaan perkara pemilu nomor 58-PKE-DKPP/VI/2020, Selasa (30/6/2020).

Perkara itu diadukan oleh Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Batam, Zukriansyah dan Eka Anita Diana, yang memberikan kuasa kepada Abdul Rachman.

Tujuh penyelenggara pemilu Kota Batam yang dilaporkan itu Ketua KPU Batam, Herrigen Agusti dan 3 komisioner lainnya, yakni William Seipattiratu, Martius, dan Jernih Millilyati Siregar.

Tidak hanya KPU, bahkan Bapaslon Zukriansya juga melaporkan Ketua Bawaslu Batam, Syailendra Reza, Nopialdi, dan Helmy Rachmayani.

DKPP Berhentikan Wahyu Setiawan,Mardani Ali Sera: Presiden Harusnya Mudah Keluarkan Surat Pengganti

Dalam pokok aduan, teradu penyelenggara, Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu disebut tidak melakukan pemeriksaan dan penghitungan dokumen syarat dukungan B.1.1-KWK perseorangan.

Secara sepihak mengeluarkan berita acara penolakan No: 23/PP.02.2-BA/ KPU/11/2019 terhadap syarat dokumen yang diserahkan Pengadu.

“Dokumen syarat dukungan (B.1.1-KWK) dalam 12 box sama sekali tidak disentuh oleh Teradu, langsung melakukan penolakan. Jumlah dokumen syarat dukungan telah sesuai dengan dokumen yang kami input dalam SILON (Sistem Informasi Pencalonan Pemilu),” kata Abdul Rachman dalam keterangan tertulisnya.

Abdul Rachman mengatakan jumlah dokumen syarat dukungan B.1.1-KWK yang dibawa pengadu sebanyak 52.800 yang berasal dari 12 kecamatan di Kota Batam. Angka tersebut lebih dari batas syarat dukungan sebanyak 48.816 KTP.

Sementara itu, teradu 3 Komisioner Bawaslu didalilkan mengaburkan alat bukti dalam sidang penyelesaian sengketa antara Pengadu dan Teradu yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kota Batam.

Viral Postingan Jual Sekolah, Tanah dan Bangunan SD Dihargai Rp 80 Juta, Kadisdik Enggan Berkomentar

Teradu II, William Seipattiratu membantah seluruh dalil aduan yang disampaikan Pengadu. Teradu mengungkap sejumlah dokumen persyaratan lain tidak disertakan Pengadu saat penyerahan ke Kantor KPU Kota Batam.

Halaman
12
Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved