Jadi Pusat Wabah Covid-19 di Amerika Serikat, New York Catat Angka Kematian Harian Menurun

Salah satu wilayah yang menjadi pusat penyebaran Covid-19 di Amerika Serikat adalah New York. Kini jumlah kasus di New York dikabarkan sudah menurun.

wikipedia
Kota New York, sebagai pusat wabah Covid-19 di Amerika Serikat, alami penurunan angka kematian harian. 

Jika benar, prediksi ini menyarankan persentase kematian AS akibat virus Corona lebih rendah dari yang prediksi.

Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, lebih dari 120.000 warga Amerika telah meninggal dunia karena penyakit ini sejak pandemi muncul di awal tahun.

Perkiraan tersebut muncul ketika pejabat pemerintah mencatat bahwa banyak kasus baru muncul pada orang muda yang tidak menunjukkan gejala dan mungkin tidak tahu mereka telah terinfeksi.

Para pejabat mengatakan orang-orang muda tanpa gejala, tetapi yang secara teratur melakukan kontak dengan populasi rentan, harus secara proaktif diuji untuk memastikan mereka tidak menyebarkannya.

"Kami telah mendengar dari Florida dan Texas bahwa kira-kira setengah dari kasus baru yang dilaporkan adalah orang-orang di bawah usia 35 tahun, dan banyak dari mereka tidak menunjukkan gejala," kata seorang pejabat seperti dikutip Reuters.

CDC telah mengirim 40 tim tanggap darurat untuk membantu menangani wabah.

Sebagai catatan, lebih dari 36.000 kasus Covid-19 baru dicatat secara nasional pada hari Rabu, hanya sedikit lebih rendah dari level rekor 36.426 pada 24 April.

Mengutip Worldometers, hingga Jumat (26/6/2020) malam, jumlah kasus virus Corona di AS terkonfirmasi sebanyak 2.505.285 kasus.

Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal dunia terdapat 126.798 orang, bertambah sebanyak 18 orang dalam 24 jam terakhir.

Kabar baiknya, sudah 1.052.392 pasien di AS yang dinyatakan sembuh dari paparan virus Corona.

Disebut Hanya Puncak Gunung Es, Bagaimana Rasio Kasus dan Kematian Covid-19 di Amerika Serikat?

Amerika Serikat masih berada pada peringkat teratas di dunia untuk jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 tertinggi.

Berdasarkan data dari Worldometer, Amerika Serikat telah mencatat lebih dari 2,2 juta kasus Covid-19.

Di peringkat kedua ada Brazil, memiliki jumlah kasus Covid-19 yang bahkan tak sampai setengah kasus di Amerika Serikat.

Meskipun mencatat jumlah kasus infeksi tertinggi dengan 2,2 juta kasus, Hakim Wilayah Dallas Clay Jenkins mengatakan, kasus yang tampak seperti rawat inap hanya sebagian dari puncak gunung es.

“Gunung es di bawah air jelas jauh lebih besar dari gunung es di atasnya dan sedikit peningkatan rawat inap menunjukkan peningkatan penyakit yang lebih besar,” ujar dia dilansir dari dallasnews, Selasa (16/6/2020).

Lantas apa yang dimaksud dengan puncak gunung es disini?

Tangakapan layar ilustrasi kasus gunung es infeksi covid di AS.
Tangakapan layar ilustrasi kasus gunung es infeksi covid di AS. (https://preventepidemics.org/)

Puncak gunung es

Melansir Prevent Epidemics, 11 Juni 2020, mereka menggunakan istilah "puncak gunung es" artinya, 2,2 juta kasus itu hanyalah puncak gunung yang terlihat, sementara di bawahnya masih terdapat begitu banyak es sebagai dasarnya.

Sebab sebagian besar kasus Covid-19 di AS belum didiagnosis sebagai Covid-19.

Jumlah kasus yang belum terdiagnosis itu, jauh lebih besar daripada jumlah kasus yang saat ini sudah diketahui.

Kesimpulan ini didapat dengan melihat data-data yang ada sebelumnya.

Pada 10 Juni 2020, AS melaporkan 2 juta kasus infeksi di wilayah negaranya dengan 112.000 kematian.

Itu berarti, dari semua kasus yang dilaporkan tingkat kematian ada di rasio 5,5 persen, atau 1 dari 17 kasus.

Akan tetapi, hasil konsensus memperkirakan persentasi jumlah kasus meninggal tidak ada di angka 5,5 persen, melainkan 0,05-1 persen.

Melihat hal tersebut, berarti kematian terjadi pada 1 dari 100-200 kasus infeksi.

Perkiraan kasus kematian dari konsensus itu yang paling dianggap valid ada di angka 0,8 persen. Jika kematian yang terjadi ada di angka 112.000, maka total kasus infeksi yang sesungguhnya terjadi ada di kisaran angka 14.000.000 kasus.

Angka 112.000 kematian merupakan 0,8 persen dari 14.000.000 kasus infeksi yang mungkin terjadi.

Sehingga apabila hari ini kasus yang terdeteksi baru ada di angka 2 juta kasus, itu berarti hanya 14 persen dari total kasus yang sesungguhnya ada.

Jumlah tes dan orang tanpa gejala

Banyak faktor yang melatarbelakangi mengapa lebih banyak kasus Covid-19 di AS yang belum ditemukan, daripada yang sudah terdeteksi.

Pertama karena kurangnya tes yang dilakukan, meskipun negara ini termasuk dalam negara yang memiliki tes uji Covid-19 terbanyak untuk masyarakatnya.

Faktor yang kedua adalah banyaknya penderita yang tidak menunjukkan gejala. Faktor ini diperkirakan menyumbang 35 persen dari total kasus yang belum ditemukan.

(*)

Kawal Kampanye Trump, Dua Pengawal Presiden Amerika Serikat Terinfeksi Covid-19

Korea Selatan Mendesak Untuk Berdamai, Korea Utara Sebut Siap Adu Nuklir dengan Amerika Serikat

Rapper Amerika Serikat Huey Meninggal Dunia Akibat Tertembak, Tinggalkan Putri 13 Tahun

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Angka Kematian Harian di New York sebagai Pusat Wabah Covid-19 di AS, Menurun".

Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved