Pabrik Rumahan Cairan Vape Mengandung Tembakau Gorila Digerebek, 7 Orang Ditangkap

Direktorat ReserseNarkoba Polda Metro Jaya menggerebek pabrik rumahan cairan vape mengandung tembakau gorila.

ist
Direktorat ReserseNarkoba Polda Metro Jaya menggerebek pabrik rumahan cairan vape mengandung tembakau gorila. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Direktorat ReserseNarkoba Polda Metro Jaya menggerebek pabrik rumahan cairan vape mengandung tembakau gorila.

Pabrik cairan vape mengandung tembakau gorila berada di Bali. Namun peredarannya hingga Jakarta, Sumatera, Kalimantan, dan Maluku.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, lokasi pabrik cairan vape sindikat ini berada di Perumahan Palem Regency, Kuta Selatan, Badung, Bali.

"Sindikat antar provinsi ini, berdasar keterangan mereka (tersangka), berkisar dari dari Jakarta, Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan Sulawesi dan Maluku serta Bali, sedangkan industri rumahan sendiri berada di wilayah Bali," ujarnya, dalam unggahan Instagram resmi DIrektorat ReserseNarkoba Polda Metro Jaya.

Terbongkarnya sindikat cairan vape bermula dari ditangkapnya seorang tersangka pada 12 Juni 2020 di Cawang, Jakarta Timur dengan barang bukti lima botol berisi cairan narkotika.

Datang ke Mako Brimob Polda Kepri & Mako Kompi Senapan di Karimun, Ini Harapan Kapolres M Adenan

Sindikat pelaku penjualan tembakau gorila
Instagram @narkoba_metro
Sindikat pelaku penjualan tembakau gorila

Kemudian oleh Timsus Subdit 1 dilakukan pembangan yang berhasil menangkap lima orang tersangka di wilayah Denpasar, Bali.

Salah satu lokasi penangkapan tersangka di wilayah Kuta ternyata berhasil membongkar pabrik cairan vape yang mengandung tembakau gorila.

Dari lima TKP penangkapan tersebut petugas berhasil menyita tembakau gorila sebanyak 24 kilogram, 500 gram canabinoid atau biang tembakau gorila dan tujuh liter cairan vape.

Dalam pengungkapan tersebut petugas berhasil mengamankan tujuh orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya.

Tujuh orang ini kini dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Subsider Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 2 UU RI no 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman penjara minimal lima tahun maksimal 20 tahun dan atau seumur hidup.

Halaman
12
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved