BATAM TERKINI

DKPP Periksa Komisioner KPU Batam, Ketua KPU : Kita Tunggu Putusannya 3 Hari Lagi

Ketua KPU Kota Batam, Herrigen Agusti mengaku menyambut baik penyelesaian laporan perkara pemilu oleh salah satu Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota

TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Herrigen Agusti menyambut baik adanya penyelesaian terhadap laporan perkara pemilu yang dilaporkan sala satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Batam ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Herrigen Agusti menyambut baik adanya penyelesaian terhadap laporan perkara pemilu yang dilaporkan salah satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Batam ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Saya kira itu langkah hukum yang harus kita hargai, namun pada prinsipnya saya dan komisioner KPU lainnya objektif dan terima apapun hasil putusan DKPP nantinya," ujar Herrigen saat dihubungi Rabu (1/7/2020).

Untuk penyelesaian perkara pemilu oleh Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Batam, Zukriansyah dan Eka Anita Diana, 4 komisioner KPU Batam sudah menjalani sidang pemeriksaan.

"Kita sudah menjalani sidang pemeriksaan oleh DKPP, Selasa 30 Juni kemarin. Saya sudah menyampaikan secara rinci apa yang terjadi waktu tahapan itu pada sidang vidcon, yang digelar DKPP," ujar Herrigen.

Bright PLN Batam Bagikan Tips Agar Pembayaran Listrik Lebih Hemat 

Kata dia, sidang telah selesai. Pihaknya tinggal menunggu hasil putusan DKPP.

"Kita masih nunggu hasilnya, tiga hari lagi akan keluar hasil putusan sidang," ucapnya.

Tidak hanya KPU, tiga komisioner Bawaslu juga disidangkan oleh DKPP, mereka ketua Bawaslu Batam, Syailendra Reza, dan dua komisioner lainnya Nopialdi, dan Helmy Rachmayani.

Sidang pemeriksaan tujuh penyelenggara pemilu Kota Batam dalam sidang pemeriksaan perkara pemilu nomor 58-PKE-DKPP/VI/2020 itu diadukan oleh Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Batam, Zukriansyah dan Eka Anita Diana, yang memberikan kuasa kepada Abdul Rachman.

Dalam pokok aduan, teradu penyelenggara, Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu disebut tidak melakukan pemeriksaan dan penghitungan dokumen syarat dukungan B.1.1-KWK perseorangan.

Secara sepihak sepihak mengeluarkan berita acara penolakan No: 23/PP.02.2-BA/ KPU/11/2019 terhadap syarat dokumen yang diserahkan Pengadu. (Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved