Breaking News:

BATAM TERKINI

Kejari Limpahkan Berkas Tersangka Dugaan Alih Fungsi Hutan Lindung PT PMB ke PN Batam

Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam akhirnya menyerahkan berkas perkara tersangka atas nama Zazli ke Pengadilan Negeri (PN) Batam.

TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH
Sebuah bangunan berdiri tegak di lokasi lahan milik PT. PMB. Belakangan konsumen yang telah membeli lahan baru tahu lahan ini bermasalah terkait legalitasnya 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Kasus dugaan alih fungsi hutan lindung menjadi kawasan perumahan ilegal oleh PT. Prima Makmur Batam (PMB) di Hutan Sei Hulu Lanjai, Kota Batam, terus berlanjut.

Setelah 14 hari berlalu, sejak pelimpahan tersangka beserta barang bukti dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dilakukan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam akhirnya menyerahkan berkas perkara tersangka atas nama Zazli ke Pengadilan Negeri (PN) Batam.

“Sudah,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Batam, Novriadi Andra, singkat kepada Tribun Batam, Kamis (2/7/2020).

Dalam kasus ini, Zazli sendiri merupakan Komisaris PT. PMB. Saat kasus berjalan, Direktur PT. PMB adalah Ramudah Omar atau akrab disapa Ayung.

Sejak perkara ini diteruskan, sosok Ayung hilang bak ditelan bumi. Bahkan, Ayung dikabarkan telah mangkir sebanyak 2 (dua) kali dari panggilan KLHK.

Daftar Riwayat 5 Pasien Positif Covid-19 Batam, 3 di Antaranya Ketahuan Saat Tes Mandiri

Wacana Pasien Corona Surabaya Ditampung di Batam, Kepala RSKI Covid-19: Masih Dibahas Teknisnya

Sebelumnya, menurut Direktur Penegakan Hukum (Dir Gakkum) Pidana KLHK, Yazid Nurhuda, Zazli sendiri dianggap melanggar pasal 98 ayat 1 juncto pasal 116 ayat 1 huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 milyar,” ujar Yazid kepada Tribun Batam.

Rugikan Miliaran Rupiah

Saat ini, kasus penipuan jual beli lahan yang dilakukan oleh PT Prima Makmur Batam (PMB) sedang ditangani polisi.

Hal itu mendapat apresiasi dari para korban yang mengaku telah dirugikan miliaran rupiah akibat perbuatan oknum yang telah menjual kawasan hutan lindung dan dijadikan sebagai kavling bodong.

Halaman
1234
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved