Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Kesal Dengan Ibu, Pria di Karimun Diduga Aniaya Calon Istri, Rencana Pernikahan Terancam Batal

Peristiwa itu bermula di rumah Ar yang berlokasi di Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun, Provinsi Kepri, pada 24 Juni 2020 sekira pukul 16.00 WIB.

Penulis: | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Elhadif Putra
Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan memimpin ekspos tindak perkara penganiayaan, Kamis (9/7/2020). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Seorang pemuda di Kabupaten Karimun terpaksa berurusan dengan polisi.

Pria berinisial Ar diduga menganiaya calon istrinya berinsial Li.

Dalam ekspos pengungkapan tindak kriminal di Polres Karimun, Kamis (9/7/2020) sore, peristiwa itu bermula di rumah Ar yang berlokasi di Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun, Provinsi Kepri, pada 24 Juni 2020 sekira pukul 16.00 WIB.

Saat itu, Ar diminta oleh ibunya berinisial Ma mengecat rumah untuk persiapan acara pernikahannya, sembari memberikan uang sebesar Rp 100 ribu.

Karena merasa bahan-bahan untuk pekerjaan tersebut masih kurang, Ar kembali meminta uang tambahan. Namun Ma tidak memberikannya.

Karena kesal, Ar bekerja sambil marah-marah.

Kekesalan Ar tak sampai disitu. Ia berusaha memukuli ibunya.

"Korban yang berada disitu mencegah tindakan Ar tersebut," kata Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan yang memimpin ekspos dan didampingi Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono.

Ketika Ar duduk di tangga rumah, Li mendekati dan menanyakan penyebabnya marah.

Tidak senang dengan pertanyaan Li, calon suaminya kembali naik pitam.

Ia mencekik leher Li menggunakan tangan kirinya.

Turis Rusia Menangis, iPhone Seharga Rp 20 Juta Raib Dijambret

Ungkap Sabu Dalam Lapas, Syafri Nur Effendi Dapat Penghargaan Kakanwil Kemenkumham Kepri

Bukannya berhenti, Ar malah bertindak lebih kasar lagi. Ia memukul mulut Li hingga giginya terlepas.

Ar juga mencekik, memukul perut, menendang serta membanting calon istrinya itu ke kursi rotan. Aksi Ar baru berhenti saat ibunya datang.

"Korban yang tidak bisa bernapas menggigit tangan tersangka," ujar Adenan.

Tidak terima dengan tindakan yang Ia terima, Li langsung membuat laporan ke Polres Karimun. Polisi menangkap Li sekira pukul 22.00 WIB.

Akibat tindakannya, Ar disangkakan melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan, dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.(TribunBatam.id/Elhadif Putra)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved