Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Tidak Hanya Calon Istri, Tersangka Ar Ternyata Pernah Aniaya Ibunya, Rencana Pernikahan Batal

Wanita 30 tahun itu mengalami kekerasan fisik oleh calon suaminya ketika sedang mengecat rumahnya di Sei Lakam, Kecamatan Karimun.

Penulis: | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan merilis dua pengungkapan perkara pencurian di wilayah hukum Polres Karimun. Tidak hanya menganiaya calon istri, dalam ekspos terungkap jika tersangka bernisial Ar, pernah menganiaya ibunya. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Akibat ulahnya sendiri, seorang pemuda di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri gagal menikah.

Padahal pernikahan pemuda berinisial Ar (29) tersebut dengan calon istrinya Li (30) tinggal menunggu hari pada bulan Juli 2020 ini.

Li tak lagi berkenan menikah dengan Ar lantaran menerima kekerasan fisik hingga giginya tanggal.

Sejumlah persiapan telah dilakukan. Bahkan kekerasan yang dilakukan Ar terhadap Li terjadi saat proses persiapan pernikahan.

Wanita 30 tahun itu mengalami kekerasan fisik oleh calon suaminya ketika sedang mengecat rumahnya di Sei Lakam, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

"Nikahnya jadi batal. Calon istrinya sudah diperlakukan seperti itu," kata Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan yang memimpin ekspos pengungkapan tindak kriminal, Kamis (9/7/2020) sore.

Sifat kasar Ar ternyata memang sudah lama. Saat ekspos Ia mengaku pernah memukuli ibunya sebelum kejadian tersebut.

"Iya pernah," ujarnya sambil tertunduk saat ditanya Kapolres Karimun.

Kesal dengan Ibu, Berujung ke Calon Istri

Seorang pemuda di Kabupaten Karimun terpaksa berurusan dengan polisi.

Pria berinisial Ar diduga menganiaya calon istrinya berinsial Li.

Dalam ekspos pengungkapan tindak kriminal di Polres Karimun, Kamis (9/7/2020) sore, peristiwa itu bermula di rumah Ar yang berlokasi di Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun, Provinsi Kepri, pada 24 Juni 2020 sekira pukul 16.00 WIB.

Ratusan Driver Gojek Datangi Kantor DPRD Batam, Ini Aspirasinya

Mahasiswa Asal Lampung Ditemukan Tewas di Kamar Kosnya, Ambil S3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan memimpin ekspos tindak perkara penganiayaan, Kamis (9/7/2020).
Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan memimpin ekspos tindak perkara penganiayaan, Kamis (9/7/2020). (TribunBatam.id/Elhadif Putra)

Saat itu, Ar diminta oleh ibunya berinisial Ma mengecat rumah untuk persiapan acara pernikahannya, sembari memberikan uang sebesar Rp 100 ribu.

Karena merasa bahan-bahan untuk pekerjaan tersebut masih kurang, Ar kembali meminta uang tambahan. Namun Ma tidak memberikannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved