TRIBUN WIKI
Timbulkan Ruam Merah dan Terasa Gatal, Apa Itu Tinea Corporis?
Tinea corporis merupakan infeksi jamur atau kurap yang menyerang kulit, terutama di daerah leher, badan, lengan, dan tungkai.
TRIBUNBATAM.id - Jamur menjadi salah satu penyebab infeksi yang kerap menyerang kulit.
Infeksi jamur bisa mengakibatkan penyakit kulit seperti panu, kutu air, kurap, dan masih banyak lagi.
Penyakit tersebut umumnya menimbulkan reaksi seperti gatal hingga panas dan perih.
Salah satu jenis infeksi jamur yang juga kerap menyerang adalah tinea corporis.
Tinea corporis merupakan infeksi jamur atau kurap yang menyerang kulit, terutama di daerah leher, badan, lengan, dan tungkai.
Infeksi ini akan menimbulkan ruam melingkar berwarna merah yang terasa gatal.
Tinea corporis bisa menular melalui kontak langsung dengan penderita tinea corporis.
Kurap bisa terjadi di semua area kulit.
Penamaannya akan disesuaikan dengan lokasinya, misalnya kurap di kaki disebut tinea pedis, di lipat paha atau selangkangan disebut tinea cruris, dan di kulit kepala disebut tinea capitis.
Tinea corporis umumnya bukan penyakit yang berbahaya dan bisa sembuh.
Meskipun memang penyakit ini lebih mudah menyebar di daerah beriklim hangat dan lembab.
Tinea corporis biasanya menyerang anjing dan kucing yang bisa menyebabkan jamur menempel di kulit.
Akibatnya, kulit menjadi kemerahan dan bulu-bulu hewan akan rontok.
Penularan terhadap manusia bisa terjadi saat adanya kontak fisik secara langsung.
Faktor Penyebab
Penyebab utama penyakit kulit tinea corporis adalah infeksi jamur golongan dermatophytes, yaitu trichophyton.
Jamur ini dapat berkembang biak pada jaringan keratin, yaitu jaringan keras dan tahan air yang terdapat di kulit, rambut, atau kuku.
Jamur dermatophytes dapat menular dengan beberapa cara, yaitu:
- Bersentuhan atau berkontak langsung dengan kulit penderita tinea corporis
- Bersentuhan atau berkontak langsung dengan kulit hewan yang terinfeksi
- Bersentuhan atau berkontak langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi jamur ini, seperti pakaian, seprai, dan handuk
- Selain itu, terdapat juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena tinea corporis, yakni:
- Tinggal di daerah dengan iklim yang hangat atau lembap
- Memiliki keringat yang berlebihan
- Mengenakan pakaian yang terlalu sempit atau ketat
- Menggunakan pakaian, seprai, atau handuk penderita tinea corporis
- Melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik dan kulit secara langsung
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
- Menderita diabetes
Gejala
Gejala yang akan timbul saat seseorang atau hewan peliharaan terkena jamur Tinea Corporis yakni akan merasa gatal dan tumbuh ruam merah.
Gejala ini biasanya muncul selama 4-10 hari setelah tubuh terkena jamur.
Beberapa gejala yang biasanya terdeteksi yaitu:
- Muncul ruam berbentuk cincin atau melingkar
- Muncul ruam di leher, batang tubuh, lengan, tangan, dan tungkai
- Muncul rasa gatal dan kulit yang lebih bersisik
- Kemudian, jika infeksi lebih parah, bisa muncul luka lepuh atau luka yang bernanah di sekitar ruam.
Seseorang yang terkena penyakit ini jika tidak segera diobati bisa menyebabkan komplikasi ke masalah kulit lain.
Biasanya berupa infeksi sekunder pada kulit. abses, dan peradangan kulit atau folikulitis.
Cara Mengobati
Pengobatan Tinea Corporis bisa dilakukan dengan menggunakan krim, gel, atau obat semprot antijamur yang dapat dengan mudah didapatkan karena dijual bebas.
Pengobatan tinea corporis bertujuan untuk mengatasi infeksi dan mencegah terjadinya komplikasi.
Dokter akan memberikan antijamur krim atau salep.
Ada beberapa jenis antijamur yang bisa diberikan untuk mengatasi infeksi jamur pada tinea kapitis, yaitu:
- Clotrimazol
- Mikonazol
- Econazole
- Ketoconazole
- Terbinafine
Gunakanlah krim, gel, atau obat semprot antijamur pada bagian kulit yang terinfeksi tinea corporis selama dua minggu, agar infeksi jamur tidak muncul kembali.
Jika setelah dua minggu gejala belum membaik, segera temui kembali dokter.
Biasanya dokter akan memberikan tablet anti jamur.
Ikuti petunjuk dan anjuran yang diberikan oleh dokter. Jangan menghentikan penggunaan obat secara sembarangan.
Selain itu, penderita tinea corporis juga harus menerapkan gaya hidup sehat dan bersih, menggunakan pakaian yang nyaman, dan tidak berbagi penggunaan handuk atau pakaian dengan orang lain.
Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Tinea Corporis'.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-kulit-yang-terkena-infeksi-tinea-corporis.jpg)