Rabu, 29 April 2026

BATAM TERKINI

WASPADA! Handphone Black Market Tersebar di 18 Konter Ponsel di Batam

Dari pengakuan Bos Handphone BM dengan inisial A, ponsel BM didistribusikan ke 18 konter di beberapa pusat perbelanjaan di Batam.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN HAMAPU
Konferensi pers pengungkapan kasus ribuan handphone black market oleh Ditreskrimsus Polda Kepri, Jumat (10/7/2020) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Setelah Ditreskrimsus Polda Kepri mengamankan handphone black market (BM) di Ruko Taman Indah Nagoya Kamis (2/7/2020) lalu, kini muncul pengakuan bos handphone BM jika ribuan handphone itu sudah didistribusikan ke beberapa konter yang tersebar di pusat perbelanjaan elektronik di Batam.

Hal itu disebutkan langsung oleh Wadir Reskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agus Setiawan saat gelar konferensi pers di Mapolda Kepri, Jumat (10/7/2020) pagi.

Bos handphone BM berinisial A mengaku, handphone itu didistribusikan ke 18 konter handphone yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan elektronik di Kota Batam.

"Di antaranya di kawasan Lucky Plaza, Nagoya Hill, Top 100 dan di Aviari," ungkap Nugroho.

Usut punya usut, ternyata asal muasal ribuan handphone BM tersebut diperoleh A dari Negara Tiongkok yang dibawa oleh jasa pengiriman inisial BZ dan H.

Sesampainya di Batam, barang ilegal itu disimpan di sebuah gudang yang ada di Ruko Taman Nagoya Indah, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau.

Namun, tak berhenti disitu saja, Tim Ditreskrimsus Polda Kepri akan terus mengembangkan kasus tersebut.

Dari hal ini kemungkinan akan ada dugaan tindak pidana lainnya baik itu di perdagangan atau di kepabeanan nya.

"Nanti kita akan lakukan kordinasi dengan Bea Cukai. Langkah kita ke depannya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait yakni Kominfo dan kita akan mintakan juga keterangan dari para Ahli perihal spesifikasi dari teknis dan sertifikasi dari barang-barang itu sendiri," ungkap Nugroho.

Adapun modus yang dilakukan oleh pelaku A adalah memperdagangkan handphone dengan tidak memiliki sertifikasi yang diperoleh dari Tiongkok (Black Market) dengan motif untuk memperoleh keuntungan.

Diketahui sebelumnya, Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Batam menyegel salah satu Konter Handphone WW Ponsel di Kawasan Lucky Plaza, Blok G Nomor 2, Lt 1 saat gelar razia Handphone BM, Senin (6/7/2020) lalu.

Dalam giatnya itu, Tim dari Disperindag Kota Batam mengambil sembilan sample handphone, tiga baru dan enam seken dari konter yang ada di Lucky Plaza.

Hingga kini sembilan Sample Handphone itu masih dalam proses pemeriksaan.

Tak lupa, Gustian mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya kota Batam yang ingin membeli Handphone harus benar- benar teliti agar tidak tertipu atau mendapatkan barang black market.

"Jangan sampai menjadi korban. Kasihan masyarakat, kita ingin terbebas kita dalam hal itu," ujar Gustian menghimbau. (Tribunbatam.id/Leo Halawa)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved