Rabu, 22 April 2026

Main Gim 22 Jam Sehari Selama Sebulan, Seorang Remaja di China Terkena Stroke

Seorang remaja di China tidak dapat menggerakkan lengan tangan kirinya setelah bermain gim komputer.

Tangkapan Layar Nanning Television
Seorang remaja China terkena stroke setelah bermain gim, FOTO: Tangan Xiaobin terkena stroke akibat bermain gim 22 jam sehari selama sebulan 

TRIBUNBATAM.id, CHINA- Bermain gim terkadang dapat membantu kita untuk menyegarkan pikiran kembali.

Biasanya permainan tersebut akan memberikan kita hiburan di sela-sela rutinitas kita.

Namun apa jadinya jika kalian bermain gim terus menerus tanpa mengingat waktu?

Mungkin hal tersebut akan membahayakan diri kalian, seperti yang terjadi di China ini.

Seorang remaja di China tidak dapat menggerakkan lengan tangan kirinya setelah bermain gim komputer selama sebulan.

Remaja laki-laki berusia 15 tahun yang akrab dipanggil Xiaobin ini asyik bermain gim selama 22 jam sehari di rumah selama lockdown.

Setelah Curhat Suami Candu Main Game, Kini Evi Masamba Bagikan Kabar Duka dari Luwu Utara

Jadwal Acara TV Hari Ini, Minggu (12/7), Film Hunger Games Trans TV, Film The Huntsman GTV

Menurut penuturan sang ibu, ia dilarikan ke rumah sakit di Kota Nanning, di China selatan setelah tiba-tiba pingsan.

Diketahui, siswa kelas 9 ini telah berada di rumah sejak 9 Februari setelah sekolah di seluruh China ditutup akibat wabah Covid-19.

Sang ibu menyebut putranya sering berada di kamar selama belajar dari rumah.

Ditanya apa yang dilakukan di dalam kamar, putranya menjawab sedang mengikuti kelas daring / online.

"Dia menutup jendela dan mengunci pintu. Kami tidak tahu apa yang dia lakukan di sana," kata sang ibu.

Setelah insiden tersebut, sang ibu mengungkap bahwa Xiaobin mengabiskan waktu bermain gim komputer selama 22 jam sehari.

"Saya melihat percakapan online-nya dengan teman-temannya. Dia mengatakan tidak cukup istirahat dan tidur paling banyak hanya dua jam sehari," terang sang ibu, dilansir Daily Mail, Kamis (9/7/2020).

Ramalan Zodiak Asmara Kamis 16 Juli 2020, Capricorn Kesal Tak Didengar Pacar, Cancer Tak Perhatian

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 16 Juli 2020, Aries Ingin Bebas, Capricorn Upayamu Terbayar

Stroke

Xiaobin didiagnosa menderita stroke otak setelah menjalani CT scan.

Ia juga kehilangan kontrol di sekujur tangan kirinya.

Dr Li, pihak medis spesialis otak menyebut kondisi bocah terjadi disebabkan gaya hidupnya yang tidak sehat yakni bermain gim komputer hingga begadang.

Kecanduan gim online juga pernah dialami pemuda di Thailand hingga meninggal. Piyawat Harikun ambruk dan meninggal di lantai di bawah meja komputernya. Pemeriksaan tim medis menunjukkan ia terkena stroke yang disebabkan karena bermain games komputer semalam suntuk.
Kecanduan gim online juga pernah dialami pemuda di Thailand hingga meninggal. Piyawat Harikun ambruk dan meninggal di lantai di bawah meja komputernya. Pemeriksaan tim medis menunjukkan ia terkena stroke yang disebabkan karena bermain games komputer semalam suntuk. (Viral Press)

Kepada media lokal, Dr Li berkata; "Alasan utamanya adalah pola tidur dan makan yang tidak teratur akibat tidak berada di sekolah. Orang tua juga terlalu menoleransi perilakunya."

"Kurangnya gizi dan istirahat telah menyebabkan berkurangnya jumlah darah dan oksigen di otaknya dan menyebabkan stroke otak," kata Dr Li.

Diketahui bocah ini telah melakukan rehabilitasi di rumah sakit Nanning.

Kepala terapis rumah sakit ini, Dr Jin mengatakan sulit memutuskan apakah Xiaobin dapat sepenuhnya pulih.

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Meningkat, Bertambah 1,63 Juta Orang

Polisi Ungkap Pemilik Warung Dekat TKP Mengenal Yodi Prabowo, Editor Metro TV Sering Kesitu

Foto: Ilustrasi gamer yang sedang bermain. Pemerintah China sekarang mengakui pedagang online, gamer profesional, dan blogger sebagai pekerjaan resmi.
Foto: Ilustrasi gamer yang sedang bermain. Pemerintah China sekarang mengakui pedagang online, gamer profesional, dan blogger sebagai pekerjaan resmi. (Pixabay/ianvanderlinde)

Kecanduan video gim telah menjadi masalah sosial di kalangan anak-anak muda China.

Banyak para pemuda di China mengabaikan studi, kehidupan sosial, dan keluarga untuk bermain gim daring/online.

Banyak orang tua yang melakukan pembatasan digital kepada anak-anak mereka.

Kecanduan internet masih menjadi satu di antara gejala kesehatan di negara ini.

 

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Sumber: TribunnewsWiki
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved