Breaking News:

Korban Investasi Grup Fikasa Lapor ke Bareskrim, SWI Kepri Pernah Minta Klarifikasi

Setelah melalui proses yang panjang, Welly Sutanto yang juga mantan agen, bersama korban investasi Grup Fikasa melaporkan kasus penipuan dan investasi

Tribun News
Ilustrasi rupiah, korban Fikasa Grup laporkan penipuan ke Bareskrim 

TRIBUNBATAM.id - Kasus gagal bayar Fikasa Group masih terus berlanjut di tengah pandemi Covid-19.

Setelah melalui proses yang panjang, Welly Sutanto yang juga mantan agen, bersama korban investasi Grup Fikasa melaporkan kasus penipuan dan investasi ke Bareskrim.

Sebanyak 250 nasabah yang turut menjadi korban telah melaporkan manajemen Grup Fikasa ke Bareskrim pada Juni 2020, lewat kuasa hukum yang telah mereka tunjuk.

Diungkapkan total kerugian mencapai Rp 158 miliar dari investasi nasabah di perusahaan-perusahaan naungan Grup Fikasa tersebut.

"Ada empat perusahaan yang kami laporkan, yakni PT Wahana Bersama Nusantara, PT Tiara Global Propertindo, Koperasi Alto dan produk reksadana Berlian Aset Manajemen (BAM), semuanya adalah Grup Fikasa. Kebanyakan, diinvestasikan ke Tiara Global Propertindo," kata Welly kepada Kontan.co.id, Jumat (17/7).

Sebelum melaporkan ke Bareskrim beberapa nasabah yang juga korban sempat mengajukan PKPU terhadap Wahana Bersama Nusantara, namun ditolak.

Welly menyampaikan, manajemen sempat menawarkan skema pembayaran, namun cenderung dianggap merugikan nasabah dengan waktu pembayaran 7 tahun.

Rencananya, pada 22 Juli 2020 manajemen Grup Fikasa bakal kembali menawarkan skema pembayaran dana investasi berikut bunganya.

Kasus gagal bayar Group Fikasa bermula dari iming-iming investasi dengan bunga tinggi antara 9% hingga 12% per tahun.

Nasabah ditawari produk medium term notes (MTN) dengan jangka waktu 1 bulan hingga 1 tahun dengan bunga fixed di atas bunga deposito.

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved