Breaking News:

Inggris, Kanada dan Amerika Serikat Tuding Rusia Retas Informasi Vaksin Covid-19

Inggris, Amerika Serikat dan Kanada melaporkan usaha pencurian informasi vaksin Covid-19 oleh Rusia. Berikut penjelasan dari para pejabat negaranya.

Editor:
Istimewa
ILUSTRASI - Amerika Serikat hingga Inggris ramai-ramai tuduh Rusia retas data vaksin Covid-19. 

Direktur Kemanan Siber Badan Keamanan AS Anne Neuberger mengatakan APT29 memiliki sejarah panjang menargetkan organisasi pemerintah, upaya diplomatik, lembaga think tank, perawatan kesehatan, dan energi untuk mendapatkan data intelijen.

“Jadi kami mendorong semua orang untuk menanggapi ancaman ini dengan serius dan menerapkan mitigasi yang dikeluarkan oleh para penasihat,” kata Neuberger.

Kanada Security Security Establishment mengatakan serangan tersebut bertujuan untuk menghambat upaya para ahli tenaga medis dalam memerangi pandemi.

Buletin Canada Securities Exchange (CSE) melaporkan bahwa sebuah perusahaan biofarmasi Kanada dilanggar oleh aktor asing pada pertengahan April. Hampir pasti pelanggaran tersebut berusaha untuk mencuri kekayaan intelektualnya.

Direktur Analisis Intelijen untuk perusahaan kemanan siber FireEye, John Hultquist, memperingatkan bahwa Rusia tidaklah sendirian.

Dia mengklaim melihat Iran dan China juga menargetkan perusahaan farmasi dan organisasi penelitian yang terlibat dalam pengembangan vaksin Covid-19.

“Ini adalah ancaman nyata bagi hampir setiap negara di bumi dan kita dapat berharap bahwa sumber daya yang luar biasa telah dialihkan dari tugas lain untuk fokus pada virus ini,” kata Hultquist.

Kelompok peretas APT29 sangat dikenal oleh para pakar dunia maya.

Para pejabat intelijen AS mengatakan mereka adalah bagian dari Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR).

Mereka pernah meretas sistem email Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri pada 2014. Kelompok itu juga menyusup ke server Komite Nasional Demokrat di musim panas 2015, beberapa bulan sebelum agen mata-mata militer Rusia, GRU, melakukannya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved