Breaking News:

Inggris, Kanada dan Amerika Serikat Tuding Rusia Retas Informasi Vaksin Covid-19

Inggris, Amerika Serikat dan Kanada melaporkan usaha pencurian informasi vaksin Covid-19 oleh Rusia. Berikut penjelasan dari para pejabat negaranya.

Editor:
Istimewa
ILUSTRASI - Amerika Serikat hingga Inggris ramai-ramai tuduh Rusia retas data vaksin Covid-19. 

GRU menyalurkan email yang diretas ke grup pembocor rahasia, WikiLeaks. WikiLeaks lalu merilisnya secara daring.

Di sisi lain, Moskow membantah tuduhan saat dimintai tanggapan oleh wartawan.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada kantor berita negara TASS mengatakan pihaknya tidak memiliki informasi tentang siapa yang bisa meretas perusahaan farmasi dan pusat penelitian di Inggris.

"Kami hanya bisa mengatakan bahwa Rusia tidak ada hubungannya dengan upaya ini,” kata Peskov.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa 23 vaksin dari 160 vaksin yang dikembangkan telah memulai uji klinis pada manusia.

Wakil Perdana Menteri Rusia Tatyana Golikova mengatakan Rusia sedang mengembangkan 26 vaksin tetapi baru dua yang menjalani uji klinis.

Penelitian di Inggris Tunjukkan Antibodi Terhadap Covid-19 Bisa Menurun, Berpotensi Infeksi Ulang

Peneliti di Inggris menyatakan jika seseorang terinfeksi virus Corona atau Covid-19, maka dalam beberapa bulan saja Antibodi tubuh terhadap virus akan menurun.

Penelitian ini di publikasikan pra-cetak lewat makalah pada server medis medrxiv.org, Sabtu lalu.

Namun belum diterbitkan dalam bentuk jurnal medis peer-review.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved