Breaking News:

Demam Berdarah di Karimun Kian Memprihatinkan, Dinkes Catat 199 Kasus, Mayoritas Anak-Anak

Untuk jumlah terbanyak saat ini ditemukan di Kecamatan Tebing yakni sebanyak 45 kasus.

TribunBatam.id/Elhadif Putra
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi mencatat 199 kasus demam berdarah, dengan mayoritas anak-anak. 

Namun untuk kasus DBD di Kabupaten Karimun belum termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Diketahui pada tahun 2019 jumlah tetcatat DBD di Kabupaten Karimun sebanyak 234 kasus.

Disebutkan Rachmadi, puskesmas di masing-masing kecamatan terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan agar masyarakat dapat meminta bubuk abate ke puskesmas.

"Kami berikan gratis (bubuk abate)," ujarnya.

Ditambahkan Rachmadi, penderita DBD bervariasi dari segi umur, atau bukan hanya anak-anak saja.

Oleh karena itu mengajak seluruh masyarakat aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola hidup 3M.

"Kalau masyarakat cuek ya susah. Masalah kesehatan itu tanggungjawab kita bersama," sebutnya.

Warga Minta Fogging Cegah Demam Berdarah

Dua warga Ranggam, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri menjalani perawatan karena terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penyakit yang meresahkan warga itu, belakangan jadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun.

Malaysia Dianggap Terlalu Tenang Hadapi Konflik Laut China Selatan, Menlu Sampai Ditegur

Erick Iskandar Sebut Tidak Ada Istilah Mantan Bagi Saudara, Berharap Jedar Belajar dari Kesalahan

Fokus mereka mengawasi daerah RT 1 RW 1 Ranggam. Mereka memfogging daerah itu.

Berdasarkan data yang diperoleh TribunBatam.id pada Juni, kasus DBD di Kabupaten Karimun meningkat sejak awal tahun 2020 hingga sekarang.

Kasus DBD menyebar disetiap Kecamatan di Karimun, Kecamatan Meral dengan kasus paling tinggi.

Hingga saat ini, sudah tercatat seratusan lebih kasus DBD di Kabupaten Karimun. Bahkan, DBD juga telah merenggut nyawa seorang anak berusia 11 tahun.

"Ada dua warga kita yang kena DBD. Kami minta Dinkes untuk fogging," kata Ketua RT setempat, Sudirman, Kamis (16/7/2020).

Sudirman merasa musim hujan turut mempengaruhi perkembangan Aedes Aegypti.

Ia meyakini, warganya selalu menjaga kebersihan.

Meski demikian, pihaknya akan tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan gotong royong, membersihkan selokan atau parit.

"Gotong royong intens kami lakukan. Bisa saja karena perubahan cuaca sekarang ini," ujarnya.(TribunBatam.id/Elhadif Putra)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved