Breaking News:

NEWS VIDEO

VIDEO BC Sergap Ribuan Roll Tekstil Ilegal, tapi Awak Kapal Tak Ditemukan

ibuan roll tekstil ilegal masuk ke Indonesia, petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya B Tanjungbalai Karimun menyerga

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Ribuan roll tekstil ilegal masuk ke Indonesia, petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya B Tanjungbalai Karimun menyergapnya.

Pencegahan ini dilakukan di sekitaran Pantai Pelawan, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa (14/7/2020).

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya B Tanjungbalai Karimun, Agung Mahaendra Putra mengatakan jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan sebanyak 3.395 roll tekstil.

"Nilai barang diperkirakan Rp 12.738.750.000. Sementara potensi kerugian negara yang ditimbulkan sekitar Rp 4.962.558.405," kata Agung saat memimpin ekspos pencegahan penyelundupan tekstil, Senin (20/7/2020) sore di Aula Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Agung menjelaskan pencegahan ini bermula dari adanya informasi dari masyarakat yang diterima pihaknya.

Selanjutnya KPPBC Tanjungbalai Karimun, Tim Pengawasan Kanwil DJBC Khusus Kepri dan Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Tanjungbalai Karimun menindaklanjuti inormasi tersebut.

"Kapal Patroli BC119 yang dibantu Patroli BC1288, BC1410 dan BC 8001 kemudian melakukan penegahan," sebut Agung.

Di sekitaran Pantai Pelawan, Bea dan Cukai menemukan satu unit kapal kayu bernama KM Karya Sakti.

Saat diperiksa, petugas tidak menemukan adanya Anak Buah Kapal (ABK).

Namun di atas kapal petugas menemukan ribuan roll tekstil yang diduga ilegal.

Untuk mengelabui petugas barang bukti ditimpa dengan puluhan kasur baru.

"Saat kami melakukan pemeriksaan disaksikan Ketua RW dan RT setempat," tambah Agung.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut KM Karya Sakti dibawa ke Dermaga Kanwil DJBC Khusus Kepri di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun. (tribunbatam.id/Elhadif Putra)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved