Breaking News:

Gairahkan Kembali Wisata di Tanjungpinang, Disbudpar Siapkan Paket Wisata di Era New Normal

Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan paket wisata yang bisa dijalankan saat kondisi new normal.

ISTIMEWA
Wisata Pulau Penyengat di Balai Adat yang diambil beberapa waktu lalu sebelum Covid-19. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Para penggiat pariwisata di Kota Tanjungpinang mendapatkan pelatihan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang.

Hal ini dilakukan untuk membangkitkan kembali tempat-tempat wisata yang sempat meredup akibat pandemi Covid-19. Sebanyak 40 penggiat pariwisata pun mengikuti pelatihan.

Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan paket wisata yang bisa dijalankan saat kondisi new normal. "Jadi, saat pandemi berakhir nanti, kita sudah siap untuk bersaing," ujar Kadisbudpar Tanjungpinang, Surjadi, Selasa (21/7).

Peserta yang mengikuti pelatihan itu, kata Surjadi, akan didampingi selama tiga bulan dalam pembentukan paket wisata yang nantinya menjadi pilihan bagi pengunjung yang datang ke Tanjungpinang. "Contoh paket mangrove di Kampung Bugis akan dipersiapkan berapa paket wisata," ujarnya.

Menurut Surjadi, inti dari destinasi wisata adalah pengelola wisata menyediakan pilihan paket untuk disajikan kepada wisatawan yang datang.

‘’Misalnya kita tertarik litersasi Pulau Penyengat, kita ada paket lengkap. Wisatawan dapat menikmati wisata sejarah yang ada di pulau Penyengat dengan menggunakan sepeda," paparnya.

Terlebih lagi, lanjut Surjadi, wisatawan asing dari Singapura atau negara lain yang datang ke Tanjungpinang itu, juga tertarik dengan wisata alam, wisata melihat hewan ternak, ikan, dan sebagainya, dan juga urban faming misalnya penanaman bibit mangrove.

"Wisata itu tidak selalu tergantung dengan fasilitas, bisa memanfaatkan yang sudah ada," ucap dia.

Terpisah, anggota Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Pulau Penyengat, Hariawan mengatakan, wisata Pulau Penyengat sudah kembali didatangi pengunjung.

"Alhamdulilah Pulau Penyengat sudah bisa dikunjungi wisatawan lokal, tapi wajib harus mentaati protokol kesehatan.Kalau soal pengunjung lokal ramai pada hari tertentu saja. Seperti Jumat dan Minggu, adalah sekitar 20 sampai 30 orang datang," ucap Hariawan.

Ia mengatakan, dalam kondisi Covid-19 ini. Bagi pengunjung ke Penyengat datang melalui pelabuhan penyebrangan dari Tanjungpinang harus dicek suhu terlebih dahulu.

"Wajib mengunakan masker, dan harus mencuci tangan. Kita sangat terapkan protokol kesehatan,

begitu juga di tempat situs-situs sejarah yang ada di Penyengat," sebutnya kembali.
Untuk tarif penyebrangan ke Pulau Penyengat melalui Pelantar l Tanjungpinang, hanya Rp 7 ribu per orang.

"Kalau rombongan, ada disiapkan kapal pompong carter. Kalau mau Pulang Pergi (PP) Rp 200 ribu, kalau hanya sekali jalan Rp 100 ribu saja, ini buat yang mau carter ya," ucap Hariawan lagi. (*)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved