Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Jadi Lokasi Mangkal Pengemis, Ini Cara Babinsa TNI AD Ubah Citra Taman Hijau Bersih di Karimun

Tidak hanya gelandangan dan pengemis, Taman Hijau Bersih kerap dijadikan lokasi berkumpulnya remaja.

Penulis: | Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI Angkatan Darat Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Serda Antoni prihatin dengan kondisi Taman Hijau Bersih di jalan Poros Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Ruang terbuka publik ini kerap dijadikan tempat mangkal anak jalanan, gelandangan dan pengemis (gepeng).

Upaya preventif pun dilakukan untuk mengembalikan kondisi Taman Hijau Bersih itu seperti semula.

Para gepeng didatangi dan diberi pengarahan agar tidak lagi berada di taman yang tepat berada di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani itu.

Menurut Antoni, tindakan yang diambilnya untuk mencegah timbulnya keresahan warga yang berkunjung atau bermain di Taman Hijau Bersih.

"Kami lakukan langkah preventif saja," katanya, Selasa (21/7/2020).

Selain itu di Taman Hijau Bersih juga kerap dijadikan lokasi berkumpulnya remaja.

Antoni juga memberikan pengarahan kepada para remaja tersebut, guna mencegah terjadinya permasalahan yang tidak diinginkan.

Menurutnya, pembinaan dan penyuluhan juga menjadi bagian dari tugas Babinsa. Selain itu, penertiban dan pembinaan merupakan tindakan antisipasi adanya peningkatan jumlah premanisme.

"Anak-anak kerap menjadikan lokasi ini sebagai tempat kumpul-kumpul. Kita tertibkan agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat. Seperti pencegahan aksi-aksi premanisme," sebutnya.

Pleno KPU, Sarivan-Arman Belum Penuhi Syarat Minimal Dukungan Calon Perseorangan Pilkada Anambas

WASPADA, Usia 15 Tahun di Tanjungpinang Paling Banyak Terjangkit Demam Berdarah, Total 168 Kasus

Sebagai kawasan ikonik di Karimun, Antoni menyebutkan Taman Bersih Hijau dapat difungsikan sebagai tempat bersantai tanpa adanya was-was oleh masyarakat.

"Kami ingin masyarakat merasa nyaman berada di taman ini," ungkapnya.

Tak Seindah Namanya

Diberitakan sebelumnya, kondisi arena permainan anak-anak di Taman Hijau Bersih, jalan Poros, Kabupaten Karimun cukup memperihatinkan.

Pasalnya seluruh permainan yang ada di dalam area taman rusak berat dan tidak bisa lagi dipakai.

Seperti arena memanjat, jungkat-jungkit ataupun ayunan.

Dari pantauan tribun, lantai arena permainan memanjat yang terbuat dari besi telah banyak yang berlubang.

Kondisi arena permainan yang berada di tengah taman ini akan membahayakan bagi anak-anak.

Sementara permaianan jungkat-jungkit ataupun ayunan rusak berat dan sama sekali tak bisa dipakai lagi.

Untuk jungkat-jungkit yang terbuat dari besi tampak patah dan yang terbuat dari kayu juga rusak.

Sedangkan seluruh ayunan hanya tinggal besi penyangkutnya saja.

Babinsa TNI AD Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Serda Antoni membangunkan gepeng yang tertidur di Taman Hijau Bersih, Selasa (21/7/2020).
Babinsa TNI AD Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Serda Antoni membangunkan gepeng yang tertidur di Taman Hijau Bersih, Selasa (21/7/2020). (TribunBatam.id/Elhadif Putra)

Keadaan arena permaianan yang ada di Taman Hijau Bersih tersebut membuat anak-anak yang bisa tidak dapat menikmatinya.

Padahal taman yang berada di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karimun tersebut cukup ramai dikunjungi warga, terutama di sore hari ataupun di hari libur kerja.

Seorang pengunjung, Wasito Adi berharap Taman Hijau Bersih dapat diperhatikan oleh Pemerintah Daerah.

"Kami meminta agar pemerintah terkait untuk dapat membetulkan permainan-permainan ini. Agar anak-anak bisa bermain disini," kata Wasito yang mengaku selalu mengajak keluarganya ke taman di hari libur kerja, kepada TRIBUNBATAM.id.

Bukan hanya arena permainan anak-anak, namun kondisi fasilitas lain di Taman Hijau Bersih juga memperihatinkan.

Dua kolam yang ada di taman tersebut tampak tidak terurus.

Bukannya terisi air dan tampak indah, kedua kolam malah dipenuhi rumput dan dedaunan kering.

Selain itu toilet umum yang terletak di ujung taman tidak bisa dipakai sama sekali. Toilet dibiarkan terbengkalai tanpa ada pintu dan air.

Terbentur Anggaran

Masalah anggaran masih menjadi alasan Pemerintah Kabupaten Karimun dalam mengurus atau membenahi Taman Hijau Bersih.

Plt Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karimun Hurnaini mengatakan efektifitas taman di seberang jalan Rumah Sakit Umum Rumah Sakit Daerah (RSUD) tersebut sangat kurang.

Menurutnya masyarakat lebih memilih membawa anak-anak ke kawasan Coastal Area dibandingkan Taman Hijau Bersih.

"Memang kalau untuk efektifitas, kita lihat anak-anak tu sebagian kecil yang ke situ. Masyarakat lebih memilih ke Coastal Area. Jadinya bende tu jadi hilang perhatian," kata Hurnaini.

Hurnaini menyebutkan untuk pemeliharaan rumput taman bagus.

Hanya saja, untuk wahana permainan anak mengalami kerusakan.

"Kalau dilihat tamannya bagus. Rumputnya bagus," ujar pria yang juga menjabat sebagai Asisten Sekda Kabupaten Karimun itu.

"Awalnya bende tu bagus. Tapi karena tidak terjage. Masyarakat itu juga yang main seperti itu sebenarnya," tambahnya.

Disampaikan Hurnaini, untuk saat ini terkait perawatan Taman Hijau Bersih baru menyentuh rumput dan belum untuk fasilitas di dalamnya.

Ia menjelaskan, anggaran perawatan pertamanan bukan hanya untuk taman hijau bersih saja, tapi juga diperuntukan bagi rumput penghias jalan, coastal area dan biaya petugas.

"Belum menyentuh peralatan di dalam. Tapi sudah kita coba usulkan. Kita akan usulkan. Mudah-mudahan 2021 lah dapat. Kita terbatas anggaran. Beban angarannya cukup besar," sebutnya.

Apabila fasilitas di dalam Taman Hijau Bersih diperbaiki, Hurnaini mengimbau agar seluruh dapat menjaganya.

"Kami berharap jika direhab tolong dijagalah," pesannya.(TribunBatam.id/Elhadif Putra)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved