Breaking News:

ASET BP BATAM

Tim BP Batam Kerahkan Mesin Harvester untuk Bersihkan Waduk dari Eceng Gondok

Salah satu kendala yang dihadapi Tim dalam membabat eceng gondok tersebut menggunakan harvester adalah banyaknya tangkul-tangkul bubu.

ISTIMEWA
Mesin harvester milik BP Batam tengah membersihkan permukaan air waduk dari tumbuhan eceng gondok 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Badan Fasilitas dan Lingkungan, BP Batam, terus mengupayakan pembersihan permukaan waduk Duriangkang dari tumbuhan eceng gondok liar.

Menurut Manajer Air Baku, Badan Fasling, BP Batam, Hadjad Widagdo, tumbuh suburnya eceng gondok ini merupakan indikasi bahwa air waduk sudah sedemikian tercemar.

"Eceng gondok ini muncul karena airnya subur alias over nutrient. Kalau airnya bersih, justru eceng gondok tidak akan tumbuh," ujar Hadjad.

Saat ini, ada sekitar 180 hektar permukaan air waduk yang ditumbuhi eceng gondok.

Dari sekian hektar ini, sekitar 30 hektare sudah berhasil dibersihkan.

"Kita ada satu unit harvester yang bisa mengeruk sehari 6000-an m². Sehingga, satu bulan bisa dibersihkan 10 hektar," jelas Hadjad.

Selama ini, salah satu kendala yang dihadapi Tim dalam membabat eceng gondok tersebut menggunakan harvester adalah banyaknya tangkul-tangkul bubu yang dipasang di sekitar area waduk.

Selain itu, keterbatasan mesin harvester yang dimiliki tidak mampu mencabut tumbuhan eceng gondok di permukaan air yang dangkal. Untuk dapat membersihkan ecenf gondok yang tumbuh di lumpur-lumpur tersebut, dibutuhkan mesin amphibious excavator.

"Kendalanya, banyak bubu tertancap di lumpur-lumpur, sehingga mesin harvester kesulitan mengeruk tumbuhan eceng gondok. Bahkan, perahu dan boat kami juga kesulitan lewat," jawab Hadjad.

Harapannya, agar masyarakat dapat bekerjasama dalam menjaga kualitas waduk dengan tidak memasang bubu-bubu tersebut, atau pun melakukan kegiatan memancing di sekitar kawasan waduk. (adv)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved