Selasa, 9 Juni 2026

Mesir dan Turki Makin Memanas, Parlemen Beri Izin Pemerintah Kerahkan Tentara ke Libya

Parlemen Mesir telah memberikan izin pengerahan pasukan ke luar negeri. Keputusan tersebut dikhawatirkan dapat membuat Mesir dan Turki berkonfrontasi

Tayang:
ISRAELI DEFENCE MINISTRY
ILUSTRASI TANK - Parlemen Mesir restui rencana pemerintah kerahkan tentara ke Libya. 

Pukulan dari pemerintah Libya adalah kemunduran besar bagi Haftar yang berusaha menyatukan Libya dengan paksa.

Sejak merebut kembali Tripoli, pasukan pemerintah telah mendorong LNA ke arah timur menuju Sirte, yang terletak 800 kilometer dari perbatasan Mesir.

Sirte merupakan kampung halaman Khadaffy sekaligus merupakan pintu gerbang ke terminal ekspor minyak mentah terpenting di Libya.

Sebelum parlemen mengeluarkan keputusannya, El-Sissi dilaporkan telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan meyakinkannya bahwa Mesir akan mencegah keadaan yang semakin memburuk di Libya.

Kedua pemimpin tersebut lalu sepakat untuk mempertahankan gencatan senjata untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Malaysia Dianggap Terlalu Tenang Hadapi Konflik Laut China Selatan, Menlu Sampai Ditegur

Baru-baru ini, ketegangan di Laut China Selatan telah menjadi sorotan publik dunia.

Kali ini, Malaysia menjadi perbincangan terkait dengan gaung peperangan di Laut China Selatan.

Malaysia dinilai sangat tenang dibanding dengan negara-negara lainnya yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.

Bahkan, Menteri Luar Negeri Malaysia mengatakan China belum memasuki wilayah perairan negaranya.

Padahal menurut hasil gambar satelit, justru hal sebaliknya yang terjadi.

Kebijakan Malaysia soal Laut China Selatan yang sedang memanas makin disorot.

Mantan Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman sampai harus menegur Menlu Malaysia saat ini Hishammuddin Hussein soal hal tersebut.

Terlebih Amerika Serikat kian mengeraskan posisinya melawan China atas jalur perairan yang disengketakan tersebut.

Anifah, yang adalah menteri luar negeri selama sembilan tahun hingga jatuhnya pemerintahan mantan pemimpin Malaysia Najib Razak dalam pemilihan Mei 2018, memperingatkan Hishammuddin pada hari Kamis karena mengatakan kapal-kapal China tidak menyusup ke perairan Malaysia selama 100 hari terakhir.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved