Breaking News:

Teknologi dan Konsep Blended Learning, Solusi Humanis dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Teori humanistik adalah teori belajar yang memanusiakan manusia. Pembelajaran dipusatkan pada pribadi seseorang.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Dr. Sarmini, S.Pd.,MM.Pd. Ia menyampaikan pendapatnya soal keseimbangan dalam pembelajaran berbasis teknologi 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Perkembangan teknologi informasi lintas jarak, ruang dan waktu, membuat siapa saja dapat melihat dunia dan apa yang terjadi, siapa, kapan dan di mana saja. Begitu bangun tidur kita sudah dapat mengetahui informasi di penjuru dunia hanya dengan memegang
benda kecil bernama handphone.

Kehidupan kita saat ini juga terkoneksi dalam dua peradaban, yaitu peradaban nyata dan peradaban maya, di mana kedua peradaban tersebut saling mempengaruhi satu dengan lainnya dan terkadang absurd, sedang membentuk equilibriumnya. Equilibrium atau keseimbangan antara peradaban fisik/nyata dengan peradaban maya juga merupakan tantangan kita semua, termasuk dunia pendidikan.

Karena kita sekarang memasuki era industry 4.0. Tetapi bagaimana kita tetap dapat maju pesat di industri khususnya teknologi informasi tanpa meninggalkan nilai-nilai humanisme?

Tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan norma keagungan dari kultur bangsa kita, serta tanpa menghilangkan kebanggaan terhadap budaya kearifan lokal kita? Karena tentu dengan adanya teknologi informasi yang merupakan media kita dapat melihat budaya dari manapun, termasuk dari sisi positif dan negatifnya. Sehingga apabila kita tidak mempunyai filter yang kuat maka kita akan adopsi kultur/budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agung bangsa kita.

Teori humanistik adalah teori belajar yang memanusiakan manusia. Pembelajaran dipusatkan pada pribadi seseorang. Teori ini tidak lepas dari pendidikan yang berfokus pada bagaimana menghasilkan sesuatu yang efektif, bagaimana belajar yang bisa meningkatkan kreativitas dan memanfaatkan potensi yang ada pada seseorang. 

Konvergensi media yang merupakan penggabungan atau pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan kedalam satu titik tujuan, terkadang menimbulkan efek negative di kalangan remaja yang mana mereka adalah pelajar/siswa. Konvergensi jaringan yang merupakan koneksistensi efisien telepon, video dan komunikasi data dalam satu jaringan juga terdapat plus minusnya. Video yang tidak berisi edukasi dan bahkan cenderung vulgar juga dapat mudah dijumpai di media.Teknologi Informasi memang seperti dua sisi mata uang, mau digunakan yang baik maka dapat memperluas wawasan dan informasi, tetapi apabila kita tidak punya filter yang baik, maka potensi efek negative juga tak terbendung.

Lalu bagaimana menyerap teknologi yang memaksimalkan aspek kemanusiaan secara keseluruhan?.Dari buku Menjemput Masa Depan Futuristik dan Rekayasa Masyarakat Menuju Era Global karangan Dimitri Mahayana, aspek kemanusiaan dengan memasukkan unsur empati, emosi, etika, estetika, religi dalam variabel utility dalam teknologi, atau memperhitungkan seluruh implikasi suatu teknologi baru yang akan dikembangkan untuk manusia. Atau bahkan dengan mengembangkan suatu kesadaran umum tentang nilai-nilai kemanusiaan kepada seluruh objek pelaku pengembang atau pengguna teknologi, sehingga secara otomatis terarahkan menuju hal-hal yang lebih menguntungkan evolusi manusia menuju kesempurnaan.

Pemanfaatan teknologi jauh lebih penting dari perkembangan teknologi itu sendiri. Cara pandang yang diikuti sikap kritis, rendah hati, mengambil waktu jeda dalam hidup kita untuk refleksi, dan wawas diri, adalah praktik yang selalu bisa kita kembangkan dalam menghadapi potensi-potensi disruptive di masa sekarang dan di masa depan.

Teknologi dan kemanusiaan akan menjadi keberkahan jika kita dapat menstimulasinya menjadi peradaban manusia yang berbudaya.

Halaman
123
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved