Selasa, 19 Mei 2026

PILGUB KEPRI

Isdianto-Suryani Bakal Deklarasi Agustus 2020, Optimis 2 Parpol Lain Merapat di Pilgub Kepri

Suryani pun akan mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri. Sementara Isdianto akan mengajukan cuti pada 26 September 2020 mendatang.

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
Bakal pasangan calon Pilgub Kepri, Isdianto dan Suryani saat meninjau hari pertama tahun ajaran baru di sebuah SMAN di Kota Batam, Provinsi Kepri belum lama ini. Mereka dijadwalkan akan mendeklarasikan pasangan calon pada awal Agustus 2020 mendatang. 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id,TANJUNGPINANG - Bakal pasangan calon Isdianto-Suryani bakal mendeklarasikan dirinya di Pilgub Kepri pada awal Agustus 2020.

Selain Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ), partai politik Suryani bernaung, Partai Hanura diakui Isdianto mendukungnya pada Pilkada Kepri 9 Desember 2020.

Optimis bakal menang, Isdianto menyebut bakal mendaat dukungan dari dua partai politik.

"(Dukungan) partai mungkin akan bertambah. Mungkin dari Demokrat dan PAN. Mudah-mudahan merapat dan mendukung kami," ucapnya di Gedung Daerah Kepri, Rabu (29/7/2020).

Suryani pun akan mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri.

Sementara Isdianto akan mengajukan cuti pada 26 September 2020 mendatang.

"Otomatis konsekuensinya seperti itu. Bagi saya itu perpindahan peran, dari legislatif ke eksekutif," ucapnya melalui pesan WhatsApp.

Ia menyampaikan, menjadi kader partai di PKS Saya dikarena sejalan dan siap memperjuangkan visi misi nya.

"Partai ini kan wadah aspirasi masyarakat. Partai juga tempat pengkaderan pemimpin. Partai juga kan pilar demokrasi kita.

Sebagai anggota partai, saya siap diutus di posisi apa saja untuk memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat," tegas Suryani.

Ajukan Cuti, Tegaskan Ikut Pilkada Kepri

Isdianto hanya sebentar menjabat sebagai Gubernur Kepri.

Setelah dilantik di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo, Senin (27/7), ia bakal mengambil cuti pada 26 September 2020.

Cuti yang diambil Isdianto itu sekaligus memastikan niatnya untuk maju pada Pemilihan Gubernur ( Pilgub ) Kepri.

VIDEO Gubernur Kepri Isdianto Berziarah ke Makam HM Sani, Kenang Orang Tua Saat Dilantik Presiden

Dua Kecamatan di Batam Telah Terima Paket Sembako Bantuan BP Batam, Disalurkan Door to Door 

"Bulan September cuti, yang menggantikan nanti Pejabat Sementara (Pjs) dari pusat yang akan menentukan siapa," sebut Isdianto, Rabu (29/7/2020).

Ia menegaskan, bahwa sangat serius untuk menjadi peserta Pilkada Kepri.

"Oh tentu, saya serius akan maju sebagai peserta Pilkada," tegas Isdianto.

Penegasan bagi kepala daerah definitif yang maju pada Pilkada Serentak ini dibenarkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sriwati.

Sriwati menyebutkan, wajib cuti dimasa kampanye itu, dilaksanakan semenjak 26 September 2020 dan setelah pendaftaran sebagai Calon Gubernur Kepri.

“Cuti itu setelah pendaftaran, nanti setelah tiga hari ditetapkan. Saat kampanye tidak boleh lagi memanfaatkan aset negara,” tegasnya.

Posisi Gubernur Kepri Isdianto sebagai orang nomor satu di Kepri sedianya akan digantikan jika ia cuti pada 26 September 2020 mendatang.

“Kalau tidak ada Wakil Gubernur, biasanya Sekda, Itu berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri),” ucapnya.

Penegasan cuti bagi kepala daerah defintif ini diatur dalam pasal 70 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi UU.

Pada saat pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah petahana maju kembali dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), ada kewajiban untuk cuti sepanjang masa kampanye.

Sesuai Peraturan Mendagri (Permendagri) 74/2016 tentang Cuti di Luar Tanggungan Negara Bagi Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota, istilah Pjs dulunya Plt.

Ansar Ahmad Siap Mundur dari DPR RI

Politisi Partai Golkar, Ansar Ahmad mengaku siap mundur dari anggota Komisi V DPR RI.

Rencana pengunduran dirinya dari legislatif di Senayan itu, setelah dirinya menerima mandat dari Partai Golkar dan Partai Nasdem untuk bertarung di Pemilihan Gubernur ( Pilgub ) Kepri nanti.

Dalam rekomendasi tersebut, Ansar Ahmad akan berpasangan dengan Marlin Agustina Rudi.

Menurutnya, jika dirinya berhasil menang di Pilgub Kepri nanti, tentu hal ini turut membawa dampak positif bagi Partai Golkar kedepan.

Bahkan, beberapa kali Ansar mengaku telah berbicara empat mata dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto terkait pembangunan ekonomi Provinsi Kepri nantinya.

“Kalau sudah ditugaskan partai, saya sudah siap meninggalkan itu. Apalagi Golkar juga sudah menugaskan saya.

Pak Airlangga menginginkan Kepri menjadi lokomotif ekonomi. Dengan sedikit pengalaman saya memimpin Bintan, tentu itu menjadi modal penting untuk membangun Kepri,” ujarnya kepada TribunBatam.id, Senin (20/7/2020).

Ansar Ahmad dan Marlin Agustina Rudi, DPP Partai Golkar merekomendasikan pasangan ini pada Pilgub Kepri 2020.
Ansar Ahmad dan Marlin Agustina Rudi, DPP Partai Golkar merekomendasikan pasangan ini pada Pilgub Kepri 2020. (TribunBatam.id/Istimewa)

Jika terpilih, Ansar Ahmad bakal mengatakan, dirinya akan memperhatikan seluruh sektor di Kepri dengan mengacu kepada agenda pemerintah pusat.

Selain itu, dia juga akan memaksimalkan sinergitas dengan seluruh stakeholders untuk menciptakan kawasan investasi murah di Kepri.

“Ada dua kalau dari pusat, percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Berbicara ekonomi, ada beberapa yang paling penting yaitu ketersediaan infrastruktur, pelayanan birokrasi yang memenuhi standar pelayanan yang baik, dan menjaga iklim investasi.

Ketika pusat berani memberi itu, tentu kita di daerah juga harus melakukan hal yang sama. Sejauh itu kewenangan kita,” ucapnya.

Soerya Respationo-Iman Sutiawan di Pilgub Kepri

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri, Soerya Respationo dan Iman Sutiawan telah mengantongi rekomendasi dari DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Minggu (19/7/2020) lalu.

Dengan ini, dua dari tiga partai yang berkoalisi mengusung pasangan calon kepala daerah tingkat provinsi, yakni Gerindra dan PKB, telah memberikan rekomendasi bagi Soerya-Iman untuk maju dalam kontestasi Pilgub Kepri.

Tetapi, penyerahan rekomendasi belum kunjung muncul dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan sendiri.

Menurut calon gubernur Kepri, Soerya Respationo, pemberian rekomendasi dari PDI Perjuangan masih dilakukan secara bertahap.

"Dari PDIP kan selalu dirapatkan satu persatu," jawab Soerya diwawancarai di Taman Duta Mas, Batam Center, Minggu (19/7/2020).

Pemberian rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan saat ini baru sampai tahap kedua dari lima tahap.

Proses tahapan rekomendasi ini dimulai bagi pasangan calon yang diusung partai secara mandiri terlebih dulu.

"Dimulai dari yang bisa mencalonkan sendiri dulu, kalau kita kan harus berkoalisi," ungkap Soerya.(Tribunbatam.id/Endra Kaputra/Ichwan Nurfadillah/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved