Breaking News:

Stok Kebutuhan Pangan di Tanjungpinang Aman, Andalkan Pasokan dari Luar Kepri

Kota Tanjungpinang memiliki area pertanian yang terbatas, sehingga konsep urban farming atau pertanian kota perlu diperkenalkan kepada masyarakat.

TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra
Ilustrasi. Suasana Pasar Bintan Center Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri pada Senin (8/7/2019) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pasokan pangan di Tanjungpinang aman. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinang.  

"Pasokan bahan pangan pokok pertanian dari luar Kepri, khususnya untuk kota Tanjungpinang berupa beras, daging, buah, telur, sayuran, dan lainnya sangat tinggi," ujar Plt. Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, Rabu (29/7).

Melalui pasokan itu, kata Rahma, diharapkan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan aman. Ia juga meminta agar karantina pertanian dapat memastikan seluruh bahan pangan hewani dan nabati yang masuk ke Kota Tanjungpinang dijamin sehat melalui serangkaian tindakan karantina sesuai dengan UU nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

"Jadi kebutuhan pangan bagi masyarakat Tanjungpinang aman dan terpenuhi. Malah khawatirkan adanya risiko pemenuhan kebutuhan pangan," ucap dia.

Rahma menjelaskan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah mendapatkan masukan dari FAO bahwa dalam beberapa waktu ke depan, ancaman krisis pangan akan melanda seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Ancaman krisis pangan tersebut dipicu iklim maupun post pandemi Covid-19.

Namun, kata Rahma, tantangan ketersediaan pangan untuk mengantisipasi krisis pangan telah menjadi konsen pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertahanan dengan melakukan upaya masif dalam mempercepat masa tanam lewat program membangun pekarangan pangan lestari (P2L) dan diversifikasi pangan.

"Program P2L ini, mengajak seluruh masyarakat untuk bercocok tanam di pekarangan rumah sehingga kebutuhan pangannya dapat dilengkapi maupun dipenuhi dari pekarangan sendiri,"sebut Rahma lagi.

Lebih lanjut, Rahma mengatakan kota Tanjungpinang memiliki area pertanian yang terbatas, sehingga konsep urban farming atau pertanian kota perlu diperkenalkan dan disemarakkan kepada masyarakat.

Sedangkan, program diversifikasi pangan mengajak masyarakat untuk membiasakan diri mengkonsumsi pangan pokok selain nasi. Hal ini sangat penting agar ketergantungan terhadap beras dapat dikurangi.

Mengingat, kebutuhan beras khususnya untuk masyarakat Tanjungpinang disuplai dari Pulau Jawa dan Sumatera, serta dalam jumlah tertentu beras ada di Kabupaten Bintan.

Halaman
12
Penulis: Endra Kaputra
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved